fbpx
Nasional

Bagai “Bang Toyib Tak Pulang-pulang”, Jubir PA 212 Ungkap Fakta Kepulangan Habib Rizieq

ENERGIBANGSA.ID – Kepulangan Habib Rizieq dari Arab Saudi yang diagendakan pada hari Senin, 9 November 2020 diwarnai dengan banyaknya informasi hoax di media sosial. Banyak yang mengabarkan jika kepulangan Habib Rizieq dibatalkan karena berbagai faktor.

Melihat hal tersebut, Haikal Hassan selaku Jubir Persaudaraan Alumni (PA) 212 turut membuka suara.

Hassan mengungkapkan jika ia telah memastikan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Muhammad Rizieq Shihab akan pulang ke Tanah Air pada tanggal 9 November 2020. Hassan juga menampik isu mengenai Rizieq yang batal pulang dari Arab Saudi.

“Saya sebagai Juru Bicara PA 212 menegaskan jika Habib Rizieq akan tetap pulang ke Tanah Air. Pemberangkatan dilakukan pada hari Senin, 9 November pukul 19:00 waktu setempat”, ungkapnya.

Hassan juga memberi keterangan bahwa Rizieq pulang menggunakan pesawat Saudi Airlines nomor penerbangan SV816. Diperkirakan akan sampai di Indonesia melalui terminal 3 Bandara Soetta, Selasa (10/11), pukul 09.00 WIB.

Adanya berita hoax seputar kepulangan Habib Rizieq juga disayangkan oleh Hassan. Ia menyebut isu tersebut dikeluarkan oleh pihak dengan tujuan menyudutkan, memojokkan, dan menimbulkan citra Rizieq sebagai seorang kriminal.

Pernyataan pejabat yang menyebut Rizieq pernah melakukan sebuah aib selama tinggal di Mekkah, termasuk pernyataan mengenai Rizieq pulang karena masuk dalam daftar deportasi akibat overstay masa tinggal sesuai visa juga menuai kritikan Hassan.

“Ramai yang tengah beredar itu berita sampah. Dibumbui rasa dengki, hasud dan diselipkan rasa takut dan curiga maka terjadilah komplotan yang berupaya untuk menggagalkan kepulangan Rizieq”, ujar Hassan.

Hassan turut menyayangkan pihak yang berencana menyeret Rizieq ke pengadilan melalui beberapa kasus lama. Termasuk permintaan agar Rizieq melakukan karantina selama 14 hari setelah kepulangan.

Menurutnya, cara tersebut dilakukan agar Rizieq tak bisa menerima tamu dan menggagalkan sejumlah agenda selama satu minggu setibanya di Indonesia.

Melalui sejumlah isu tersebut, Hassan membandingkan kasus Rizieq dengan kasus TKW yang membunuh majikan di Arab Saudi karena kejahatan seksual. Dalam posisi itu negara hadir memberi perlindungan.

“Silahkan netizen membandingkan kasus tersebut, kemudian keluarkan opini masing-masing”, tutupnya. [Tata/EB]

Related Articles

Back to top button