fbpx
Nasional

Bamsoet Raih Nobel Tokoh Politik Paling Inspiratif, Kok Bisa?

JAKARTA, energibangsa.id—Belum lama mendapatkan sederet penghargaan bergengsi sepanjang tahun 2020, seperti Parliament of The Year 2020, Rising Star of Democracy, dan Best Institution Leader.

Kini, Ketua MPR RI Bambang Soesatyo kembali meraih penghargaan sebagai Inspiring Leader of Politician dalam Anugerah Teropong Leadership Award 2020.

Penghargaan ini diberikan sebagai wujud apresiasi atas sosok dan peran Bamsoet yang menginspirasi di tengah situasi keterpurukan bangsa akibat pandemi Covid-19.

“Pandemi datang tanpa permisi. Membuat seluruh negara kalang kabut menghadapinya”, ujar Bamsoet, Sabtu (19/12).

“Bangsa Indonesia patut bersyukur, di tengah berbagai keterbatasan, kita masih mampu menghadapi pandemi ini dengan mengedepankan semangat gotong royong. Tak hanya pemerintah yang membantu rakyat, sesama rakyat juga saling memberikan bantuan,” tambahnya.

Pandemi Covid-19 telah menjadi batu ujian bagi para pemimpin bangsa untuk menunjukkan kompetensi dan kapabilitas kepemimpinannya di mata masyarakat.

Banyak karakteristik kepemimpinan di masa pandemi yang dapat dijadikan rujukan, antara lain sikap tegas, tenang, optimis, responsif, kolaboratif, transparan, empati dan visioner.

Kunci penting

“Salah satu kunci penting untuk menumbuhkan kesadaran kolektif masyarakat dalam menjalankan protokol kesehatan adalah adanya keteladanan sikap dan perilaku dari para figur pemimpin dan tokoh masyarakat”, ungkapnya.

“Karena di tengah suasana keprihatinan menghadapi pandemi, keteladanan adalah sarana komunikasi yang paling sederhana, paling mudah diterima masyarakat, sekaligus paling efektif,” tandasnya.

Ia menekankan, respons dan cara para pemimpin menghadapi situasi sulit di tengah pandemi tidak boleh semata-mata didasarkan pada niat baik saja. Tapi harus diwujudkan pula secara nyata agar membawa nilai kemanfaatan bagi seluruh rakyat Indonesia.

“Kita patut mengapresiasi dan mendukung langkah Presiden Jokowi menggratiskan vaksin Covid-19 untuk seluruh rakyat Indonesia. Walaupun demikian, bukan berarti kita bisa melonggarkan protokol kesehatan. Karena ketersediaan vaksin masih sangat terbatas”, ujarnya.

“Untuk tahap awal, kita sudah mendapatkan 1,2 juta dosis vaksin Covid-19 dari Sinovac. Tahap berikutnya akan mendapatkan 1,9 juta dosis. Hingga seluruh rakyat bisa divaksinasi, seluruh penduduk tanpa terkecuali tetap wajib menjalankan protokol kesehatan,” tandasnya (*)

Related Articles

Back to top button