fbpx
KomputerTeknologi

Awas! Ribuan Pelanggan Microsoft Seluruh Dunia Diserang Hacker

ENERGIBANGSA.ID—Maraknya serangan canggih pada perangkat lunak email bisnis Microsoft berubah menjadi krisis keamanan siber global.

Ini terjadi karena pelaku berlomba meretas sebanyak mungkin korban sebelum perusahaan dapat mengamankan sistem komputer mereka.

Dilansir dari Business Live, Selasa (9/3/2021), mantan pejabat senior AS menyebut serangan dilakukan kelompok peretas dari pihak China.

Meretas 60 ribu korban

Menurutnya, serangan itu setidaknya telah meretas 60 ribu korban dari seluruh dunia.

Hafnium, sebuah grup hacking asal China, dituding telah membobol jaringan komputer melalui perangkat lunak Exchange email milik Microsoft selama beberapa bulan terakhir.

Korban tampaknya didominasi oleh pebisnis kecil dan menengah (UMKM) yang terperangkap dalam umpan para penyerang, yang mana Microsoft sedang berupaya untuk menghentikan peretasan tersebut.

Sejauh ini, korbannya antara lain adalah bank, penyedia listrik, perusahaan es krim dan rumah warga senior.

Hal ini disampaikan oleh Huntress, perusahaan yang memantau keamanan pelanggan, pada postingan blog mereka, pekan kemarin.

Para ahli siber juga telah bekerja sama dengan 50 korban untuk melihat data apa saja yang diambil peretas sambil berupaya untuk mengeluarkan mereka dari perangkap.

Peretasan ini meningkat begitu pesat sehingga menarik perhatian pihak keamanan AS.

Puluhan ribu korban sehari

Mereka menyebutkan jika peretas telah mengotomatiskan proses penyerangan sehingga dapat meraup puluhan ribu korban baru dalam hitungan hari saja.

“Ini merupakan ancaman aktif yang terus berkembang, kami mendesak penyedia layanan untuk menanggapinya dengan sangat serius,” tulis seorang pejabat Gedung Putih pada sebuah email.

Perusahaan keamanan siber membantu pihak Microsoft untuk mengidentifikasi kelemahan yang menjadi celah masuk para peretas.

Hasilnya, ini menjadi krisis keamanan siber kedua dalam beberapa bulan setelah kasus peretas Rusia membobol sembilan agen federal dan merusak setidaknya seratus perusahaan lewat SolarWinds.

Ditanya mengenai hal ini, juru bicara kementerian luar negeri China mengatakan, jika negaranya ‘menentang tegas dan memerangi serangan dan pencurian siber dalam segala bentuk’.

China juga mengatakan jika menyalahkan negara tertentu adalah sebuah ‘masalah politik yang sangat sensitif’.

Dalam kasus Microsoft, menerapkan pembaruan yang disediakan takkan menyingkirkan peretas dari jaringan dan diperlukan tinjauan terhadap sistem yang diretas. (uzone.id)

Related Articles

Back to top button