fbpx
Kabar Daerah

Awas! Odong-odong Masuk Jurang, Salah Siapa?

BATANG, energibangsa.id—Sobat energi, baru-baru ini ada kabar yang cukup memprihatinkan. Betapa tidak, kendaraan bak terbuka yang disulap jadi odong-odong mengalami kecelakaan tunggal di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Jumat (18/12) sore.

Lantaran tidak kuat menanjak, kendaraan yang ditumpangi 13 orang ini mundur dan jatuh ke jurang.

Lokasi kecelakaan berada di tanjakan Sileses, masuk Dukuh Sipule, Desa Kluwih, Kecamatan Bandar.

Odong-odong tersebut mengangkut rombongan pengiring pengantin pria ke pengantin wanita. Penumpangnya ibu-ibu, juga anak-anak. Tiga orang meninggal dalam kecelakaan ini. Salah satunya balita.

Kasatlantas Polres Batang Doddy Triantoro mengatakan kecelakaan dipicu beberapa faktor. Selain kondisi pengemudi, juga kondisi jalan dan kondisi kendaraan.

Salah siapa?

Odong-odong, meski nampak lazim digunakan masyarakat. Namun sebenarnya tak masuk dalam kategori kendaraan utama untuk publik. Pasalnya, hingga saat inipun belum ada produsen otomotif yang memproduksi jenis kendaraan ‘odong-odong’.

Odong-odong adalah hasil ‘rekayasa’ tangan terampil, yakni modifikasi dari jenis kendaraan tertentu menjadi kendaraan ekonomis: odong-odong. Dikatakan ekonomis, karena dengan modifikasi yang unik kendaraan itu justru laris dan digemari anak-anak.

Tak sedikit anak-anak menangis, ingin naik odong-odong yang biasanya khas dengan lagu-lagu tertentu. Lalu, bersama orang tua mereka menumpang odong-odong hanya sekedar keliling kampung atau tujuan tertentu.

Potret odong-odong ‘nyungslep’ ke jurang di Batang memang bukan odong-odong seperti cerita di atas. Namun dicerna dari pemberitaan, odong-odong tak layak dijadikan kendaraan umum. Apalagi tak ada uji materi khusus sebagai kendaraan publik.

Jika sekedar mencarari sumber makan, bisa saja odong-odong dioperasikan dijalanan datar. Selain tidak nanjak, juga meminimalisir terjadinya kecelakaan. Apalagi, odong-odong acapkali tak dilengkapi dengan lampu dan rambu-rambu tertentu.

Tulisan ini bertujuan merefleksi untuk kita semua. Sah-sah saja, kita mencari penghasilan dengan odong-odong. Selama kaidah dan aturan berlalu lintas kita patuhi dengan baik.

Pun, kita juga patut memperhatikan kondisi kendaraan serta kapasitas penumpang. Hal lain yang juga tak kalah penting adalah akses jalan yang akan dilalui. Kalau nanjak, naik-turun dan sarat penumpang, bisa berat! Waspadalah! (dd/EB)

Related Articles

Back to top button