fbpx
Kabar Daerah

Awas! Gelandangan Bakal Kena Ciduk Satpol PP, di Kota Pekalongan Terjaring 40 PGOT

KOTA PEKALONGAN, energibangsa.id – Sebanyak 40 orang pengemis, gelandangan, dan orang terlantar (PGOT) terjaring operasi cipta kondisi yang digelar oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Pekalongan, sejak awal hingga pertengahan Maret 2021.

Sejumlah 25 orang PGOT merupakan warga Kota Pekalongan, sedangkan sisanya berasal dari luar Kota Pekalongan.

Hal ini diungkapkan Kepala Satpol PP, Sri Budi Santoso, saat dikonfirmasi melalui telepon, Senin (15/3/2021) lalu.

Bila dikalkulasi sejak awal tahun 2021 sampai dengan pertengahan bulan ini, jumlah PGOT yang terjaring razian mencapai 66 orang, terdiri dari 35 orang warga Kota Pekalongan, dan 31 orang warga ber-KTP luar Pekalongan.

Pria yang akrab disapa SBS itu melanjutkan, rentang usia PGOT yang tertangkap tangan tersebut beragam, mulai dari di bawah 15 tahun hingga di atas 19 tahun.

Razia Jelang Ramadhan

Menurutnya, kegiatan operasi cipta kondisi diselenggarakan untuk mewujudkan ketertiban masyarakat, khususnya jelang bulan Ramadan.

“Ada 17 orang yang usianya di bawah 15 tahun, 16 orang berusia 16-18 tahun, dan 33 orang usianya di atas 19 tahun,” jelas SBS.

Ditambahkan, perlakuan yang diterapkan kepada para PGOT yang terjaring Razia selama pandemi Covid-19 sedikit berbeda dengan sebelum pandemi Covid-19.

Para PGOT langsung dibawa ke puskesmas atau melalui PSC 119 untuk menjalani tes cepat antigen terlebih dahulu.

SBS menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu pelaksanaan operasi tersebut, yakni aparat kepolisian, dinas kesehatan, TNI, dan Dinas Sosial Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Pekalongan.

SBS juga berterima kasih kepada masyarakat Kota Pekalongan yang telah menyampaikan informasi atau aduan tentang gangguan ketenteraman kepada Satpol PP.

“Jika menemukan gangguan ketenteraman, bisa menghubungi nomor cepat kami (0285) 421815 yang siaga 24 jam,” tandas SBS. (*)

Related Articles

Back to top button