fbpx
Kabar Daerah

Aturan Khusus Keuskupan Agung Semarang saat Ibadah Natal di Gereja

SEMARANG, energibangsa.id—Keuskupan Agung Semarang memberlakukan penerapan protokol kesehatan secara khusus untuk umat Katolik yang mengikuti ibadah pada malam perayaan Natal 25 Desember.

Peraturan khusus ini diberlakukan untuk jemaat atau umat tamu yang datang dari luar daerah mengacu pada Surat Edaran Satuan Tugas Penanganan Dampak Covid-19 Keuskupan Agung Semarang Nomor 1301/A/X/2020-51 tentang panduan persiapan dan pelaksanaan perayaan Natal 2020 dan tahun baru 2021 di wilayah Keuskupan Agung Semarang.

Aturan bagi jemaat

Jemaat atau umat tamu yang mengikuti pelaksanaan ibadah di gereja diwajibkan memperlihatkan hasil test swab atau tes rapid yang masih berlaku dengan hasil negatif.

Peraturan ini diterapkan untuk mencegah kemungkinan terjadinya penularan Covid-19 dan ibadah Ekakristi dapat berjalan dengan baik dan aman.

“Maka perlu dijalin kerjasama dengan keluarga-keluarga umat yang akan menerima tamu untuk dapat dikontrol dan dipastikan bahwa kehadirannya dalam keadaan sehat,” kata Uskup Agung Keuskupan Agung Semarang, Mgr Robertus Rubiyatmoko, seperti ditulis Kompas.com, Sabtu (19/12).

Selain itu,  Keuskupan Agung Semarang bekerjasama dengan para ketua RT yang menjadi tempat pelaporan para tamu yang datang dan tinggal selama 1 x 24 jam atau lebih.

Hal ini memungkinan bagi umat dari luar daerah untuk mengikuti perayaan Ekaristi bersama di gereja.

Tetapi tetap memperhatikan syarat-syarat protokol kesehatan yang telah ditetapkan sesuai dengan peraturan pemerintah maupun peraturan paroki setempat.

Ketentuan khusus

Sementara itu, ketentuan khusus lainnya terkait jumlah umat yang dapat mengikuti kegiatan ibadah dan perayaan Natal di gereja. Syaratnya tidak melebihi 50 persen dari kapasitas rumah ibadah dan tetap menerapkan jarak tempat duduk antar umat minimal satu meter.

Karena itu, paroki-paroki diimbau untuk tidak memasang tenda tambahan untuk umat di seputar gedung gereja. Menurut Romo Rubi, kalau perlu gereja bisa memanfaatkan aula gedung pastoral paroki dengan ketentuan protokol kesehatan masa pandemi Covid-19.

“Untuk itu panitia Natal hendaknya memastikan jumlah umat yang benar-benar mau mengikuti misa bersama di gereja atau kapel, bukan sekadar mengandalkan data umat yang memenuhi syarat untuk mengikuti misa tatap muka,” katanya.

Untuk kenyamanan umat dalam merayakan Natal, diharapkan paroki-paroki meningkatkan pola pengamanan gereja dan kapel tempat diselenggarakannya perayaan Ekaristi Natal. (Nicola/EB)

Related Articles

Back to top button