Gaya HidupKabar DaerahOlahraga

Aturan Baru untuk Pesepeda Regional Jateng, Simak Sini

ENERGIBANGSA.ID (Semarang) — Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 59 Tahun 2020 tentang Keselamatan Pesepeda di Jalan, telah diresmikan sejak bulan Agustus lalu oleh Kementerian Perhubungan. Aturan tersebut dibuat untuk menertibkan lalu lintas pesepeda juga menjamin keselamatan pengguna sepeda di jalan.  

Budi Setiyadi selaku Direktur Jenderal Perhubungan Darat mengungkapkan terdapat beberapa aspek utama yang telah diatur. Berikut 5 aturan yang harus ditaati sebelum gowes, yuk simak!

1. Semua bagian sepeda lengkap

Sebelum kamu gowes, pastikan sepeda kamu punya peranti seperti spakbor, rem, lampu, bel, pedal, alat pemantul cahaya warna merah, dan alat pemantul cahaya warna putih atau kuning.

“Dalam PM 59/2020 disebutkan bahwa penggunaan spakbor dikecualikan untuk jenis sepeda balap, sepeda gunung, dan jenis sepeda lain,” kata Budi.

2. Pakai alas kaki dan helm

Kamu juga harus menggunakan alas kaki dan helm saat bersepeda. Aturan ini tertuang pada Pasal 6 ayat 1 dan 2.

“Selain harus memenuhi ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), pesepeda dapat menggunakan alat pelindung diri berupa helm,” tulis Permenhub tersebut.

3. Harus pakai lampu di malam hari

Untuk penggunaan lampu dan alat pemantul cahaya juga disebutkan harus dipasang pada malam hari dan dalam kondisi jarak pandang terbatas karena gelap.

“Atau saat hujan lebat, berada di terowongan, atau pada saat kondisi jalanan berkabut,” ucap Budi.

4. Kasih tanda saat berkendara

Kamu juga harus memberikan tanda berupa isyarat tangan saat berbelok, berhenti atau berbalik arah. Jangan lupa untuk perhatikan situasi lalu lintas di depan, di samping dan di belakang kamu.

• Untuk belok kiri, kamu harus merentangkan lengan kiri menjauhi tubuh hingga setinggi bahu.

• Untuk belok kanan, kamu harus merentangkan lengan kanan menjauhi tubuh hingga setinggi bahu.

• Untuk berhenti, kamu harus mengangkat salah satu tangan di samping atas kepala.

• Untuk memberi jalan bagi pengendara lain, kamu harus mengayunkan tangan dari belakang ke depan.

5. Bagaimana penyandang disabilitas untuk mengendarai sepeda?

Kalau sepeda digunakan kamu yang penyandang disabilitas, kamu harus menggunakan tanda pengenal yang ditempatkan pada bagian depan dan belakang sepeda.

“Tanda pengenal sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tercantum dalam lampiran yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini,” tulis aturan tersebut. (dhanti/EB/idntimes).

Related Articles

Back to top button