fbpx
Kabar Daerah

Astagfirallah, Akhirnya Pekalongan Umumkan Darurat Banjir

KOTA PEKALONGAN, energibangsa.id—Genangan air sisa banjir Pekalongan masih terlihat nyata hingga saat ini. Dari 27 kelurahan hanya dua wilayah yang tidak terendam.

Oleh karena itu, Pemerintah Kota Pekalongan menetapkan status tanggap darurat bencana banjir hingga 2 pekan ke depan.

Penetapan status ini dikuatkan dengan surat keputusan (SK) Wali Kota Pekalongan terhitung sejak 7 hingga 20 Februari 2021.

Adapun pendanaan bisa diambilkan dari dana cadangan yang telah disiapkan Rp1,5 miliar.

Kota Pekalongan lebih memprioritaskan hal penanganan masalah keselamatan jiwa (proses evakuasi). Lalu, kesehatan maupun konsumsi bagi para pengungsi dan warga terdampak banjir.

Dana Covid-19

”Dana cadangan semula total Rp3 miliar yang juga dimanfaatkan untuk penanganan Covid-19 dan refocusing lainnya”, ujar Wali Kota, HM Saelany Machfudz.

“Sisanya Rp1,5 miliar ini akan kami keluarkan secara bertahap untuk kebutuhan makanan dan kesehatan, serta perbaikan infrastruktur mana saja yang harus ditangani,” terangnya.

Dikutip dari Radar Semarang, bencana banjir yang melanda Kota Pekalongan mengakibatkan 25 kelurahan dari 27 kelurahan terendam.

“Hanya Kelurahan Kuripan Kertoharjo dan Sokoduwet Pekalongan Selatan yang aman,” jelasnya.

Dari 25 Kelurahan terdampak banjir, tercatat ada 3.590 orang mengungsi di 43 titik. Itu berdasarkan data terakhir per tanggal 7 Februari 2021 pukul  23.00. Sementara untuk warga yang terdampak banjir namun tidak mengungsi berjumlah 14 ribu jiwa. Kini, Pemkot dan forkopimda membuat dapur umum, di 60 titik di Pekalongan. (*)

Related Articles

Back to top button