fbpx
Ragam Bangsa

Asal-Usul Sebutan Uang dan Duit di Indonesia, Kalian Sudah Tahu?

ENERGIBANGSA.ID—Ketika kita membeli sebuah barang atau jasa, pastinya perlu membayarnya dengan uang. Uang adalah alat pembayaran untuk kegiatan jual beli.

Pemerintah Indonesia menetapkan mata uang Indonesia pada 29 Oktober 1946 bernama Oeang Republik Indonesia atau ORI yang berubah menjadi Rupiah.

Lalu, pernahkah kalian mendengar ada yang menyebut ‘uang’ dengan kata ‘duit’?

Ternyata, sebutan yang tak asing diucapkan ini ada asal-usul sejarahnya, lho. Dilansir dari Good News From Indonesia, yuk, simak lebih dalam!

Sejarah kata ‘uang’ di Indonesia

Sebagian masyarakat percaya sebutan ‘uang’ berasal dari kata ‘wang’. Wang berarti alat pembayaran yang terbuat dari emas.

Dulu, masyarakat membayar dengan emas untuk barang yang mahal sedangkan perak, tembaga, besi, dan kuningan untuk barang yang lebih murah.

Ada juga yang menyebutkan bahwa ‘wang’ diambil dari nama Wang An Shi, ahli keuangan dari Tiongkok.

Uang emas Tiongkok dulunya menjadi alat pembayaran sah di Nusantara.

Alat pembayaran sah pertama di awal kemerdekaan Indonesia adalah ORI.

Bahan utama ORI terbuat dari daluwang, kertas tradisional yang terbuat dari serat-serat kulit pohon dengan tekstur kasar.

Masyarakat Indonesia juga percaya kata ‘uang’ berasal dari ‘daluwang’ dengan penyebutan lebih singkat.

Duit dari Kata “Doit”

Penyebutan ‘duit’ berasal dari kata ‘doit’ yang artinya uang koin kuno Eropa pada abad ke-14.

Doit adalah alat pembayaran sah berupa uang koin dari perak. Saat itu, doit menjadi satuan mata uang terkecil di Belanda dan Penny di Inggris.

Pada tahun 1726, para penjajah Belanda membawa doit ke Nusantara, terutama Batavia.

Sejak saat itu, pemerintah Belanda mengizinkan VOC mendirikan perusahaan pencetak doit di Batavia dan Surabaya.

Umumnya, penggunaan doit atau uang recehan untuk upah pegawai kecil. Jadi, pegawai di Batavia terbiasa dengan istilah tersebut.

Seiring berjalannya waktu, istilah doit ini berubah menjadi duit.

Bahkan, kata ini semakin meluas ke beberapa daerah di Indonesia karena adanya urbanisasi penduduk.

Sehingga, masyarakat sudah akrab dengan sebutan duit.

Kamus besar bahasa Indonesia juga telah menetapkan ‘uang’ sebagai kata formal dan ‘duit’ sebagai kata informal.

Keduanya pun memiliki arti yang sama, yaitu alat pembayaran yang sah di Indonesia. (Nicola/EB)

Related Articles

Back to top button