Kabar IndonesiaNasional

Arswendo Meninggal Dunia, Begini Respon Para Penulis Muda

ENERGIBANGSA.ID – Arswendo Atmowiloto, lahir di Solo 26 November 1948 dan meninggal pada 19 Juli 2019 di usia 70 tahun, setelah berjuang melawan kanker prostat yang dideritanya.

Arswendo merupakan seniman dan budayawan di berbagai majalah dan koran nasional. Selain aktif menulis, dia juga mendirikan penerbitan sendiri dan pernah menjadi jurnalis dan redaktur di beberapa tabloid dan majalah tanah air.

Sulit untuk tidak menyebut nama Arswendo di belantika sastra Indonesia, karena karya-karyanya sudah malang melintang di berbagai media dan buku-buku sastra.

Kartika Catur Pelita, seorang penulis cerpen dan novel yang karyanya sudah sering terbit di harian nasional turut berkomentar. “sebagai pengarang cerita, saya tumbuh besar bersama karya-karyanya Arswendo. Cerpen, novel, reportase. Buku ‘Mengarang Itu Gampang, serial Si Imung, Keluarga Cemara, Canting, hingga Senopati Pamungkas,” kisahnya.

“Reportase dan tulisan Arswendo di tabloid Monitor itu khas. Foto, judul cerita dalam tulisannya juga kadang terkesan nyerempet- nyerempet saru, seperti gaya saya, hehehe,” lanjutnya terkekeh.

Penulis kelahiran Jepara ini juga mengenang Arswendo bersama tabloid Monitor yang saat itu jadi idola, “dulu harganya tiga ratus rupiah,” kenangnya.

Baginya, Arswendo adalah penulis yang serba bisa. Tahun-tahun belakangan beliau lebih kerap muncul di layar kaca sebagai budayawan.

“Sosok gondrong, gaya bicara ceplas-ceplos, blak-blakan. Selamat jalan, Mas Wendo. Dirimu telah pergi, namun peninggalanmu, karya-karyamu ada seiring zaman,” ujar pria yang akrab disapa KCP itu di laman facebook-nya.

Berbeda dengan KCP, penulis muda Adi Zamzam merespon kepergian Arswendo dengan gaya lain. Saat ditanyai tim energibangsa.id melalui kanal sosial medianya, dia hanya menjawab sederhana.

“ya biasa saja, mas… lhawong semua orang juga bakal mati,” jawabnya.

Penulis cerpen yang juga alumi MA Hasyim Asy’ari Kalipucang itu juga menjelaskan bahwa dia hanya sebatas suka dengan karya Arswendo: Keluarga Cemara, ” itupun sewaktu Novia Kolopaking masih aktif akting,” pungkasnya.

Kalau kamu, bagaimana respon sobat energi atas wafatnya Arswendo?

Related Articles

Back to top button