fbpx
Kesehatan

Apakah Virus Corona Masih Bisa Menular Usai Divaksinasi?

ENERGIBANGSA.ID—Sebuah vaksin pada prinsipnya bisa meringankan gejala sakit. Atau dalam kasus ideal, bahkan mencegah jangan sampai orang jatuh sakit. Tapi terkait keampuhan dan efek vaksin Corona, masih terlalu sedikit hasil riset yang tersedia.

Seberapa lama perlindungan vaksin Corona bertahan? Seberapa jauh vaksin membantu mengurangi penyebaran virus atau bahkan menghentikan pandemi Covid-19? Juga belum diketahui, apakah mereka yang sudah divaksin tetap bisa menularkan virus Corona?

Yang sudah jelas: Jika divaksin dua dosis, baik vaksin BioNTech/Pfizer maupun vaksin Moderna memberikan perlindungan hingga 95% terhadap virus Corona.

Demikian hasil riset selama ini. Pada fase 3 uji klinis, BioNTech/Pfizer melakukan uji kandidat vaksin pada sekitar 44.000 orang dan Moderna pada sekitar 33.000 responden.

Belum diketahui?

Dilansir dari detikcom, Sabtu (16/1/2021), lembaga pemantau pandemi Jerman, Robert Koch-Institut (RKI) sejauh ini belum mengetahui, apakah mereka yang sudah divaksin dapat menularkan virus Corona dan dalam skala sebesar apa?

“Data yang sejauh ini tersedia, tidak memungkinkan asesmen menyangkut keampuhan vaksin Covid-19 berbasis mRNA, dikaitkan dengan pencegahan atau pengurangan transmisi virus,” demikian pernyataan RKI.

Hingga data tersedia, vaksinasi terbukti melindungi kita dari penularan, protokol kesehatan tetap harus ditaati. Prokes yang paling umum adalah: pemakaian masker, menjaga jarak dan menerapkan higienitas.

Tidak ada vaksin yang ampuh 100%

Bukan hanya vaksin corona, hingga kini tidak ada satupun vaksin yang memiliki keampuhan 100%.

Memang target para peneliti adalah efikasi 100%, namun hal itu nyaris mustahil tercapai. Misalnya, vaksin anti campak Jerman atau rotella efikasinya sekitar 93 hingga 99%.

Bahkan vaksin flu musiman, menurut data Robert Koch-Institut efikasinya pada musim flu 2019/2020 antara 61 hingga 73%, tergantung dari varian virus influenzanya.

Namun beragam vaksin yang diproduksi sebelumnya, menggunakan metode konvensional dalam prosesnya, yakni memanfaatkan virus atau bakteri yang mati atau dilemahkan.

Vaksin virus mati, biasanya tidak bisa menular kepada orang lain. Sementara vaksin virus hidup mengandung virus yang dilemahkan, yang dalam jangka waktu empat sampai delapan minggu setelah vaksinansi, bisa ditularkan kepada orang lain.

Untuk vaksin Corona dari BioNTech/Pfizer maupun Moderna menggunakan metode terbaru, berupa pemanfaatan partikel genetik RNA virus, jadi bukan virus aslinya.

Karena itu belum banyak diketahui, bagaimana sistem kekebalan tubuh bereaksi setelah divaksinasi. Duh, piye jal? (*)

Related Articles

Back to top button