Pojok Bangsa

Apakah Universitas Harvard dan Universitas Oxford di Sana Juga Disingkat?

ENERGIBANGSA.ID – Sobat energi, pernahkah terbesit dalam pikiranmu sebuah pertanyaan: Kenapa ya orang Indonesia itu suka menyingkat kata dan nama? misalnya: Sayyidati menjadi Siti.

Pertanyaan itu juga menyelimuti perasaan tim energibangsa.id. Sampai saat ini kami belum menemukan jawaban yang pasti, tapi besar dugaan kami itu karena kebiasaan atau budaya Indonesia di era orde baru.

Kebiasaan Orde Baru

Konon kebiasaan menyingkat kata itu dilestarikan sama rezim orde baru, yang disingkat jadi Orba. Di era itu banyak sekali gerakan negara yang disingkat, misalnya REPELITA yang merupakan kependekan dari  Rencana Pembangunan Lima Tahun.

Ada lagi AMD, yang merupakan singkatan dari ABRI Masuk Desa. Padahal ABRI sendiri merupakan singkatan dari Angkatan Bersenjata Republik Indonesia. Padahal menurut aturan seharusnya tidak boleh ada singkatan dalam singkatan. Tapi ya, peraturan terkadang nggak harus dipatuhi sih.

Singkatan Nama Kampus

Sobat energi silahkan mengingat-ingat kembali, apakah ada nama kampus atau universitas di Indonesia yang tidak disingkat? sepanjang pengamatan tim energibangsa.id nyaris tidak ada yang tidak disingkat.

Dengan kata lain, semuanya nama universitas di Indonesia (hampir) pasti disingkat. Contoh kongkritnya, Universitas Gajah Maha menjadi UGM. Universitas Diponegoro menjadi Undip, Universitas Negeri Semarang menjadi Unnes.

Coba sebut lagi nama-nama kampus di Indonesia, semuanya disingkat: UI, UPI, ITB, IPB, Unhas, Unwahas, Udinus, Unpar, Unair, dan masih banyak lagi.

Pertanyaannya adalah, apakah kampus di luar negeri juga sama disingkat? Seperti misalnya Harvard University dan Oxford University di Amerika sana.

Berdasarkan hasil pertanyaan kami pada teman-teman yang kuliah di luar negeri. Jawabannya adalah tidak sama sekali. Harvard University tidak disingkat menjadi HU, apalagi UH. Oxvord University juga tidak disingkat menjadi OU, apalagi UO.

“Di sana, nyaris tidak ada singkat menyingkat ala Indonesia, nama Doni bisa dipanggil dengan Don. Nama Sari dipangil Ri.. Sari… Aris, kemudian menjadi Ris… Aris…,” ujar salah seorang teman lulusan Amerika yang tak mau disebut namanya.

Jadi dengan kata lain, singkat menyingkat kata adalah kebudayaan orang Indonesia. Kami yakin itu murni dari budaya orde baru, karena jaman kerajaan Majapahit, Kalingga, belum pernah ada istilah atau nama-nama yang disingkat, misalnya Kerajaan Majapahit menjadi Kerma, atau Kerajaan Pajang menjadi Kerpa dan lain sebagainya.

Related Articles

Back to top button