fbpx
Dunia

Apakah Salju yang Turun di Tabuk Arab Saudi, sebagai Tanda Kiamat?

SEMARANG, energibangsa.id—Republika dalam laporannya Kamis (25/2/2021) merilis bahwa belum lama ini media sosial diramaikan dengan salju yang turun di wilayah Tabuk, Arab Saudi.

Warganet terheran-heran. Pasalnya, negara tersebut lebih dikenal dengan padang pasir yang panas. Mengapa ada salju?

Banyak orang mengisahkan reaksi orang-orang hingga binatang terhadap salju tersebut. “Badai salju lebat sedang berlangsung di Tabuk. Unta-unta ini terlihat sangat bingung,” kata salah satu akun Twitter. 

Salju di Tabuk dianggap tak normal

Ada juga warganet yang seperti sedang menyindir orang-orang tertentu terkait fenomena ini.

“Hai penyangkal iklim, sekarang turun salju di Arab Saudi,” kata satu akun. 

Akibat salju ini, banyak orang yang melihatnya sebagai fenomena yang tidak normal.

Bahkan tidak sedikit orang yang mengatakan hal ini sebagai tanda-tanda hari akhir atau kiamat yang dipercayai Umat Muslim.

Fenomena yang sudah biasa

Dilansir dari Newsweek, salju justru dijelaskan sebagai peristiwa yang biasa dan diketahui banyak warga Saudi.

Karena wilayah Utara yang merupakan lokasi Kota Tabuk sudah terbiasa turun salju. 

Seorang pengguna yang mengaku tinggal di negara itu menjelaskan, salju akan turun setiap tahun.

“Informasi koreksi: Saya tinggal di Arab Saudi, turun salju setiap tahun di Utara Tabuk. Ini bukan peristiwa langka,” katanya. 

“Benar-benar turun salju di sana setiap Januari,” klaim salah satu pengguna Twitter lainnya. 

Kepastian salju di Tabuk merupakan peristiwa biasa juga ditekankan oleh Jubir Kedubes Arab Saudi untuk Amerika Fahad Nazer.

“Tidak dapat disangkal perubahan iklim tetapi juga tidak jarang di wilayah ini, Tabuk di Barat Laut Arab Saudi mengalami salju. Bertentangan dengan persepsi populer, tidak setiap wilayah di Kerajaan hangat sepanjang tahun,” katanya di Twitter. 

Nah, lho … jadi, peristiwa turunnya salju di Wilayah Tabuk, Arab Saudi tak selalu berkaitan dengan tanda kiamat ya sob! Salju di sana, rupanya, telah biasa. Wallahu’alam. (*)

Related Articles

Back to top button