fbpx
Ragam Bangsa

Apakah Nabi Adam Mempunyai Pusar?

energibangsa.id — Judul pertanyaan di atas memang terkesan ‘konyol’, tapi boleh juga menjadi bahan diskusi yang berbuntut panjang. Tentu, pertanyaan di atas menyisakan jawaban yang beragam.

Dari penelusuran energibangsa.id, banyak pendapat yang beragam. Berikut jawaban terkait kepemilikan pusar Nabi Adam as.

1.Nabi Adam diciptakan oleh Allah SWT dari segumpal tanah, sementara Hawa diciptakan dari tulang rusuk Nabi Adam.

Memang ada beberapa hal tentang Nabi Adam dan Hawa yang tak pernah diceritakan dalam kisah-kisah sebelumnya. Baik itu dalam kitab suci atau kisah yang diceritakan sahabat Rasul.

Namun jika dihadapkan pada siklus kehidupan manusia, tiap-tiap manusia dilahirkan (setelah dikandung dalam rahim seorang ibu selama 9 bulan 10 hari) maka, manusia tersebut akan lahir sebagai bayi, lalu tumbuh menjadi anak-anak, remaja, dewasa, tua lalu mati.

“Jawaban pertama, bersumber dari Adji Stadlin (2013) tidak menjelaskan secara spesifik mengenai kepemilikan pusar Nabi Adam as”.

2.Nabi Adam memiliki pusar karena Nabi Adam sama dengan manusia pada umumnya seperti jenis manusia sekarang ini.

Pendapat ini pun tidak cukup kuat, karena jika Nabi Adam memiliki pusar seperti manusia pada umumnya maka berarti dia juga dilahirkan?

Karena fungsi tali pusar adalah untuk menyalurkan sari makanan dari sang ibu kepada bayi yang dikandungnya.

“Jawaban kedua yang bersumber dari http://efendikhairi.blogspot.com/, juga berakhir dengan jawaban yang tidak puas.

3.Namun pada blog http://efendikhairi.blogspot.com/ itu, terdapat jawaban netizen yang menyatakan bahwa Nabi Adam dan Siti Hawa “Tidak Punya Pusar”.

Alasan mendasarnya bahwa keduanya diciptakan langsung oleh Allah SWT (bukan cloning). Dijelaskan pula bahwa ada 4 penciptaan manusia. Pertama, manusia diciptakan dari tanah (Nabi Adam).

Kedua, manusia diciptakan dari tulang rusuk (Siti Hawa). Ketiga, manusia diciptakan tanpa bapak (tanpa sperma) sebagaimana Nabi Isa as. Keempat, manusia diciptakan melalui keturunan sperma dan sel.

Dari keempat proses tersebut telah tampak kebesaran Allah swt. Dan dijelaskan pula bahwa di akhir jaman keturunan Adam dan Hawa akan disempurnakan wujudnya yaitu tanpa ayah dan ibu pula.

“Jawaban ketiga juga tak secara spesifik menguatkan alasannya itu”.

4.Dikutip dari blog https://christiananswers.net/, Adam dan Hawa tidak memiliki pusar.

Hal itu karena pusar adalah tanda bahwa kita dulu pernah terhubung kepada seorang ibu. Manusia bergantung pada ‘tali kehidupan’ itu (baca: tali pusar) untuk mendapatkan gizi dari sang ibu ketika kita bertumbuh di dalamnya.

Akan tetapi orang tua kita yang paling pertama, Adam dan Hawa, tidak bertumbuh dengan cara demikian. Sang penulis percaya bahwa Allah tidak akan membuatkan suatu ‘tanda palsu’ pada tubuh mereka seolah-olah mereka pernah bertumbuh dalam rahim seorang ibu.

“Jawaban keempat ini dikuatkan dalil dari Alkitab, dasarnya adalah (Kejadian 2:7, 21-22)”

5.Jawaban yang bersumber dari Facebook (Pustaka Ilmu Sunni Salafiyah); mencantumkan sumber hadist Ibnu Abbas r.a, yang berkata :

”Ketika Nabi Adam AS masih berupa perongkolan tanah liat, iblis melewatinya dan mengetuk perut nabi Adam dengan jarinya. Sebab ketukan itu jadilah pusar pada perut nabi Adam, dari itulah yang namanya pusar adalah petilasan dari ketukan iblis”.

Sebab musababnya iblis mengetuk perut Adam adalah dia ingin mengetahui apakah ciptaan Allah itu bisa bolong apa buntu ? Dan ketika mengetahui kalau itu bolong maka iblis masuk pada perut nabi Adam dan menerobos keanggota-anggota tubuh mulai dalam sampai luar serta sampai pada otot-otot kecuali hati. Karena pada hati siapa pun tidak bisa menerobos selain Allah SWT.

Iblis tidak diberi kemampuan menerobos hati karena hati adalah “Baiturrobbi ”. Oleh karena inilah dikatakan bahwa sesungguhnya syetan itu berjalan sebagaimana tempat aliran darah.

Nah, begitulah jawaban-jawaban atas pertanyaan tentang apakah Nabi Adam memiliki pusar? Sobat energi bisa memetik jawaban mana yang paling tepat. (dd/EB).

Related Articles

Back to top button