fbpx
Gaya HidupKesehatanRagam Bangsa

Apakah Masker Kain Ampuh Untuk Atasi Polusi Udara di Jakarta?

ENERGIBANGSA.ID – Ibu kota DKI Jakarta belakangan ini mengalami penurunan kualitas udara hingga membuatnya masuk ke dalam Daftar Kota terburuk Polusi Udara di Dunia.

Menurut Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), tiga penyebab utama polusi di Jakarta adalah musim kemarau, aktivitas pembangunan, dan polusi asap knalpot kendaraan.

Asap knalpot ini menghasilkan partikel-partikel yang berukuran lebih kecil dari rambut manusia dan bereaksi di atmosfer. Ketika sudah terbentuk, angin akan mengangkut partikel ini ke beberapa tempat dan membawa efek berbahaya.

[Baca juga : Rahasia Awet Muda Ala Sandiaga]

Ketika partikel terhirup, maka dikhawatirkan dapat berujung pada masalah kesehatan seperti penyakit paru-paru, jantung, atau stroke.

Melihat fenomena ini, kemudian banyak orang melakukan berbagai upaya untuk melindungi kesehatan mereka, salah satunya dengan menggunakan masker kain. Namun, apakah langkah ini sudah cukup ampuh? Bersama Tim Energi Bangsa, mari kita ulas bersama.

Peltier Aerosol Lab melakukan penelitian terkait penggunaan masker dengan isu pencemaran udara. Penelitian yang dilakukan sejak tahun 2013 hingga 2017 ini menganalisis pengaruh penggunaan beragam jenis masker wajah untuk melindungi diri dari polusi.

Penelitian ini menguji enam jenis masker yang banyak digunakan di negara-negara berkembang, khususnya India dan Indonesia. Peneliti menempelkan setiap masker ke kepala berbusa yang diletakkan dalam ruangan tertutup.

[Baca juga : Mahasiswa Indonesia Juara Dunia Teknologi Mobil Berbahan Bakar Sampah Plastik]

Kemudian ruangan tersebut dipenuhi dengan partikel berbahaya bernama PM untuk mengetahui tingkat kualitas masker. Fungsinya untuk mengetahui apakah partikel tersebut dapat menembus ke dalam masker atau tidak.

Hasilnya ditemukan bahwa tidak ada masker wajah yang mampu melindungi diri terhadap polusi hingga 100 persen. Terutama masker kain yang banyak digunakan oleh penduduk Indonesia karena harganya yang tergolong ramah di kantong. Diketahui, masker kain hanya memberikan sedikit perlindungan untuk penggunanya, sehingga perlu upaya perlindungan polusi yang lain.

Peneliti lantas membandingkannya dengan masker wajah bersertifikat N95 yang biasa digunakan pekerja tambang dan mesin. Terbuat dari polipropilena, yaitu kain sintetis bukan tenunan, ternyata masker ini juga menunjukkan hasil yang sama.

Apakah Masker Kain Ampuh Untuk Atasi Polusi Udara di Jakarta?
Masker N95 (Foto: suara.com)

Meski diciptakan untuk melindungi pengguna dari partikel PM, namun ternyata masker N95 juga tidak efektif untuk menyaring campuran udara dengan asap knalpot yang biasa dihadapi warga ibu kota.

Secara keseluruhan, keenam masker yang diuji mampu memberikan perlindungan dari partikel besar, tapi tidak dari partikel berukuran kecil. Meski begitu, masker kain yang biasa kita gunakan dapat memberi sedikit perlindungan.

Untuk mencegah kualitas udara semakin memburuk, baiknya kita ubah kebiasaan menjadi lebih baik. Mulailah dengan menggunakan transportasi umum untuk meminimalkan jumlah kendaraan, tidak membakar sampah, dan galakkan penghijauan.

Dengan terciptanya lingkungan yang bersih dan sehat, maka semakin banyak energi positif yang bisa kita bagikan untuk bangsa.

Related Articles

Back to top button