Rizieq Shihab, pendiri ormas FPI (Foto: Law-Justice)
Rizieq Shihab, pendiri ormas FPI (Foto: Law-Justice)
News

Apakah FPI Akan Jadi Partai Politik?

0

ENERGIBANGSA.ID – Nama Front Pembela Islam (FPI) makin sering disebut meski imam besarnya masih di negeri orang, dan makin ramai diberitakan karena pro-kontra perpanjangan ijin ormas tersebut.

Singkatnya, FPI kini tidak hanya memiliki kekuatan massa saja, tetapi juga mulai diperhitungkan secara politik.

Popularitas ormas yang bermarkas di Petamburan, Jakarta Pusat ini kini mengekor dua ormas Islam yang telah lama berdiri di negeri ini. Bahkan melansir dari Kompas.com berdasarkan survei Alvara Research Center, FPI berada di urutan ketiga di bawah Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah sebagai ormas Islam yang paling diingat masyarakat.

Secara khusus, FPI juga cukup diperhitungkan jika memutuskan untuk mengikuti gelaran Pemilihan Umum (Pemilu) April 2019 lalu . Hasil survei Lembaga Survei Indonesia (LSI) menunjukkan bahwa 13,3 persen responden akan memilih FPI jika ikut Pemilu Legislatif pada 2019 kemarin.

Berkembangnya kekuatan FPI secara politik tersebut menimbulkan suatu pertanyaan. Haruskah ormas yang kini diketuai Sobri Lubis ini bertransformasi menjadi partai politik (parpol)? Jika ya, apakah untung dan ruginya bagi FPI?

Mungkinkah FPI Jadi Parpol?

Probabilitas FPI menjadi partai politik sangat mungkin sekali. Pada tahun 2008, FPI pernah mempertimbangkan untuk mendirikan partai politik. Hal ini merupakan bentuk respons atas kegagalan partai-partai Islam untuk memperjuangkan aspirasi umat Islam.

Saat itu mereka menyebut saran untuk mengubah ormas tersebut menjadi parpol akan mereka pertimbangkan dengan serius.

Parpol Islam dianggap tidak mengakomodasi aspirasi umat Islam dalam mengusung syariat. Meski begitu, mereka juga masih menunggu jika ada parpol lain yang mau memperjuangkan syariat Islam tersebut.

Pertanyaan apakah FPI sudah siap menjadi Parpol kemudian ditanyakan kembali pada tahun 2013. Dalam konferensi Pers milad FPI di tahun 2013, Imam Besar FPI Rizieq Shihab menyatakan bahwa FPI belum siap menjadi parpol.

Meski begitu, FPI tidak mengharamkan diri bermitra dengan parpol, asalkan memiliki napas yang sama. Mereka juga tidak melarang anggotanya terlibat dalam aktivitas politik. Jelang Pemilu 2014 lalu misalnya, salah satu pentolan FPI,Munarman pernah mendaftar menjadi calon anggota legislatif (caleg) untuk Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Meski begitu, pendaftarannya dibatalkan oleh PPP.

ika melihat kemampuan FPI menggalang massa dan menggiring opini, sebenarnya ormas ini bisa dikatakan cukup mumpuni. Terlebih jika klaim bahwa mereka memiliki 7 juta anggota yang tersebar dari Aceh ke Papua terbukti benar.

Kekuatan tersebut – jika terbukti benar – tentu dapat memudahkan FPI untuk mendaftarkan diri menjadi parpol. Syarat menjadi parpol berdasarkan Undang-Undang (UU) Partai Politik dapat dengan mudah dipenuhi.

Merujuk pada UU nomor 2 tahun 2011 tentang Partai Politik, ada sejumlah syarat yang perlu dipenuhi sebuah parpol. Salah satunya adalah mempunyai kepengurusan sekurang-kurangnya 50% dari jumlah provinsi, 50% dari jumlah kabupaten/kota, 25% dari jumlah kecamatan pada setiap kabupaten/kota. Jika jumlah anggota 7 juta orang yang disebut Ketua DPP FPI Muchsin Alatas benar adanya, maka syarat tersebut akan mudah dipenuhi.

Untuk syarat lain seperti didirikan 30 orang, didaftarkan oleh 50 anggota, memiliki kantor tetap, dan syarat lain juga dapat dengan mudah dipenuhi. Maka secara persyaratan sebenarnya FPI sudah sangat siap.

Tapi, apakah kalian mau memilih FPI? silahkan tanyakan pada hari nurani masing-masing. Whatever sih, yang penting adalah ada kebaikan-kebaikan yang bisa diupayakan bersama.

Komentar Netizen
Bagikan, agar menjadi energi positif untuk orang lain

Realisasi Bulan Dana PMI 2019 Melampaui Target, Wakil Bupati Banjar Ingatkan Amanah

Previous article

Ada Bahaya di Balik Link Bokep ‘Pemersatu Bangsa’

Next article

You may also like

Comments

Comments are closed.

More in News