fbpx
Dunia

Apa yang Terjadi Jika Trump Dihukum?

SEMARANG, energibangsa.id—Itulah penggalan judul artikel pada Surat Kabar Daily Express edisi Kamis (11/2/2021).

Surat kabar yang berbasis di London, Inggris itu menulis Donald Trump sedang menghadapi sidang pemakzulan untuk kedua kalinya dalam tiga tahun terakhir.

Kali ini, Partai Demokrat dikabarkan mengajukan tuduhan kepada Trump karena telah ‘menghasut’ yang berbuntut kekerasan.

Kerusuhan terjadi saat Kongres hendak mengesahkan kemenangan Joe Biden. Insiden itu menewaskan lima orang.

Lantas, apa yang terjadi jika Donald Trump dihukum?

Proses yang saat ini sedang berlangsung terhadap Trump belum pernah terjadi sebelumnya karena dua alasan.

Dia bukan hanya presiden pertama yang dimakzulkan dua kali. Tetapi dia adalah satu-satunya yang menghadapi persidangan tanpa memegang jabatan politik apapun di AS.

Sidang—tahap kedua dari proses pemakzulan—dilanjutkan di Senat, dan dapat menentukan apakah dia akan pernah memegang jabatan lagi.

Sidang ini adalah yang kedua bagi Trump, namun kehadirannya diwakili pengacaranya.

Senat Demokrat membutuhkan mayoritas 67 suara untuk menghukum mantan Presiden AS, Donald Trump.

Mereka membutuhkan 16 senator Republik, sementara hanya enam senator yang mendukung Demokrat untuk melanjutkan sidang Trump.

Konsekuensi bagi Trump

Konsekuensi terbesar dari pemakzulan ini adalah Trump tak lagi bisa mencalonkan diri sebagai presiden.

Sebab, apabila ia dihukum oleh Senat, anggota parlemen dapat mengadakan pemungutan suara untuk memblokirnya agar tidak mencalonkan diri lagi.

Jika Trump terbukti bersalah, mayoritas senator dibutuhkan untuk menghalanginya memegang jabatan kehormatan, kepercayaan, atau keuntungan apa pun di bawah AS.

Jika ada dukungan dari 50 senator ditambah suara dari Wakil Presiden Kamala Harris, maka akan cukup untuk memupus harapan Trump dalam mendapatkan kekuatan politik.

Hal ini menarik bagi anggota Partai Republik yang berharap mencalonkan diri sebagai presiden di masa depan.

Artinya, mereka yang ingin Trump keluar dari partai itu, bukan? (dd)


Related Articles

Back to top button