Dunia

Anwar Ibrahim Merasa Ditipu Mahathir Mohamad, Baper ?

ENERGIBANGSA.ID (Kuala Lumpur) – Tokoh oposisi Anwar Ibrahim menyatakan, dia merasa ditipu Mahathir Mohamad ketika dijanjikan mengenai suksesi perdana menteri.

Tokoh Malaysia Anwar Ibrahim bersama Mahatir Muhammad. (Sumber: detik.com)

Dalam wawancara dengan Sin Chew Daily, Presiden Parti Keadilan Rakyat (PKR) itu mengungkapkan awalnya dia yakin, Mahathir akan segera memberikannya takhta PM Malaysia.

Sesuai dengan perjanjian politik, Mahathir Mohamad akan menyerahkan jabatannya kepada Anwar Ibrahim setelah dua tahun menjabat.

“Kami tidak tahu pada awalnya, tapi kini kami mengetahuinya (ditipu),” jelas pemimpin koalisi Pakatan Harapan itu dikutip The Star via Straits Times Senin (27/7/2020).

Sejak berkuasa, Mahathir berulang kali mengubah momen sukses kekuasaan kepada Anwar, di mana yang terakhir adalah selepas pertemuan Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik (APEC) November ini.

Pada 24 Februari, eks PM berjuluk Dr M itu mengejutkan publik dengan mengumumkan pengunduran diri tanpa memberi tahu Pakatan Harapan.

iniKondisi itu membuat Negeri “Jiran” dilanda krisis politik, berujung kepada kolapsnya Pakatan dan membuat agendanya menjadi PM kandas.

Anwar Ibrahim mengatakan, dia paham jika banyak yang menentangnya untuk memimpin Negeri “Jiran” setelah mentor politiknya tersebut.

Dia menuding yang berusaha menjegalnya adalah kalangan miliuner Malaysia, maupun oknum yang terindikasi melakukan korupsi.

“Mereka memainkan kartu rasialis dengan mengatakan ‘Anwar itu bukan Melayu. Dia jelas tidak akan membela kepentingan Melayu’,” ujar dia.

Politis berusia 72 tahun itu mengatakan, mendapat penolakan seperti itu dia tetap teguh karena yang dia incar adalah perbaikan ekonomi.

Anwar menjelaskan, setiap orang berhak dapat kesuksesan. Misinya adalah memajukan kesejakhteraan, termasuk memberi kesempatan bagi penguasaha Tionghoa.

“Saya sangat prihatin dengan kesejahteraan rakyat. Saya begitu membenci mereka yang mencuri dari orang miskin,” terang Anwar.

Dia menerangkan, pengunduran diri Mahathir sebagai PM Malaysia menjadi faktor utama kekuasaan Pakatan yang berusia 22 bulan itu.

Menurut mantan wakil Mahathir periode 1993 sampai 1998 itu, jika saja Dr M tak mundur, maka mereka bisa tetap memimpin Malaysia

Dia memaparkan isu internal, salah satunya adalah manuver Muhyiddin Yassin yang menggalang dukungan dari lawan, seharusnya bisa diselesaikan tanpa menimbulkan masalah.

Anwar membeberkan Sheraton Move, momen di mana sejumlah tokoh PKR dan Partai Bersatu bertemu pada Februari, sudah dipersiapkan dengan matang.

“Pertanyaannya, mengapa kami sampai membiarkan skenario ini berjalan,” keluhnya, seraya menyiratkan Dr M bertanggung jawab atas krisis itu.

Dia mengaku tidak tahu apakah Mahathir, yang merupakan mantan Ketua Bersatu, juga ikut andil dalam rencana membawa partainya keluar dari Pakatan.

“Tapi tentunya ada elemen yang membentuk perubahan dalam pendekatan multirasial tersebut,” jelas Anwar yang mengaku tak akan lagi mencalonkan Dr M.

Dia membantah jika alasan mundurnya Mahathir Mohamad dikarenakan tekanan dari PKR. Dia menuturkan desakan itu seharusnya tak dimaknai upaya menekan.

“Mengapa kemudian ada desakan itu? Karena beliau sepertinya tak berniat untuk mundur. Setahun, dua tahun, tiga tahun, hingga pemilu,” bebernya. (kompas.com/27/7)

Related Articles

Back to top button