Kabar IndonesiaRagam Bangsa

Antisipasi Kecelakaan di Tol Cipularang dan Purbaleunyi, Lakukan Tips Ini!

ENERGIBANGSA.ID – Menggunakan lajur jalan bebas hambatan atau tol menjadi alternatif para pengendara untuk menuju lokasi tujuan dengan waktu yang relatif lebih cepat.

Kontur jalan tol yang lurus memberikan tantangan tersendiri bagi para pengendara. Pasalnya, dengan kontur jalan semcam ini pengendara dituntut untuk berkendara dengan kecepatan konstan tapi lebih tinggi dari jalan raya biasa.

[Baca juga: Pembangunan Tol Bawen – Yogyakarta Segera Masuk Tahap Lelang]

Bicara mengenai jalan tol, belakangan ini cukup banyak kecelakaan yang terjadi diruas jalan tol. Rangkaian kecelakan tol Cipularang dan Purbaleunyi pekan ini cukup memprihantinkan. Lantas bagaimana cara berkendara yang aman di jalan tol?

Simak uraian yang berhasil Tim Energi Bangsa rangkum sebagai berikut.

Jaga Jarak Aman

Menjaga jarak aman adalah aturan main utama yang wajib dipatuhi bagi setiap pengendara baik di jalan tol atau jalan raya biasa. Jarak ideal antar kendaraan adalah 10-20 meter.

Gunakan Jalur Lambat

Berkendara di jalan tol memang membutuhkan mental lebih stabil dibanding berkendara di jalan raya biasa. Jika Sobat Energi merasa masih ragu berkendara dengan kecepatan tinggi, berkendaralah dijalur lambat.

[Baca juga: Proyek Jalan Tol Semarang – Demak Siap Digarap]

Jangan sesekali menggunakan lajur kanan ketika memilih laju kendaraan yang lambat. Seperti yang kita ketahui, lajur kanan biasa digunakan untuk mendahului kendaraan lain dan digunakan untuk kendaraan dengan laju kencang.

Hindari Rasa Kantuk

Karakter jalan tol yang dominan lurus dan panjang membuat para pengendaranya harus memiliki konsentrasi tinggi. Berkendara pada jalan lurus yang panjang dengan kecepatan yang konstan biasanya membuat pengendara merasa bosan dan mengantuk.

Hati-hati! Konsumsi Kopi Bisa Picu Ambeien (Foto: Pixabay)
Konsumsi kopi untuk membuat tetap terjaga dan mempertahankan fokus konsentrasi (Foto: Pixabay)

Hal ini sangat membahayakan bagi pengendara itu sendiri maupun bagi pengendara lain. Banyak kasus kecelakan pada ruas jalan tol karena pengemudi mengantuk. Jika merasa kantuk menyerang, menepilah sejenak untuk beristirahat.

Hindari Rasa Panik

Seringkali kendaraan yang kita tunggangi tidak dalam kondisi prima. Pada saat kendaraan mengalami masalah kerusakan, hindari rasa panik yang berlebihan. Segera nyalakan lampu sein dan turunkan kecepatan kendaraan. Setelah itu segeralah menepi di bahu jalan.

Jangan panik saat mengalami masalah selama berkendara (Foto: Shutterstock)
Jangan panik saat mengalami masalah selama berkendara (Foto: Shutterstock)

Pada saat menepi, jangan lupa perhatikan spion kendaraan yang Sobat Energi kendarai. Pastikan tidak memotong jalan secara tiba-tiba sehingga membuat pengendara lain menjadi kaget.

Pastikan Mendahului Kendaraan Lain dengan Hati-hati

Sebelum mendahului kendaraan lain, pastikan Sobat Energi mendahuluinya dengan cepat namun tidak ugal-ugalan. Pastikan kecepatan berada pada 16km/jam lebih cepat dari kendaraan yang hendak didahului.

Jangan lupa menyalakan lampu sein dan selalu melihat spion. Ketika hendak menyalip dan melihat kedipan lampu dari belakang, segeralah kembali ke lajur asal karena kendaraan di belakang sedang melaju dengan kecepatan tinggi

Demi kenyamanan dan keselamatan setiap pengendara, Sobat Energi wajib mematuhi setiap rambu yang ada. Perhatikan kondisi fisik kendaraan secara berkala dan berkendaralah dengan nyaman.

  • Artikel ditulis oleh Siti Nurhayati, Mahasiswi Jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Dian Nuswantoro

Related Articles

Back to top button