fbpx
Kabar Daerah

Angka Covid-19 Kota Semarang Masih Tinggi, Rumah Dinas Walikota Disulap Jadi Rumah Sakit Darurat

SEMARANG, energibangsa.id – Menanggapi kasus Covid-19 yang belum menunjukkan penurunan, Pemkot Semarang melakukan berbagai upaya penanggulangan agar dapat mengendalikan penularan dari virus tersebut.

Selain pembatasan kegiatan masyarakat yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat, pihak Pemkot juga akan mengalihfungsikan Rumah Dinas Walikota Semarang menjadi rumah sakit darurat.

Hal ini dilakukan menindaklanjuti laporan kurangnya fasilitas tempat tidur isolasi perawatan pasien, dan ini pula juga menjadi langkah antisipasi jika kasus penularan Covid-19 masih meningkat.

Cukup terbilang langkah yang cukup baru karena selama inirumah dinas yang berada di Jalan Abdul Rahman Saleh itu digunakan sebagai tempat karantina mandiri untuk pasien Covid-19 tanpa gejala.

“Rumah dinas mulai Senin (11/1/2021) akan kita tingkatkan statusnya sebagai rumah sakit darurat. Yang dirawat nanti pasien Covid-19 dengan gejala seperti sesak atau demam,” kata Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi.

Pengalihan Rujukan Perawatan Pasien Tanpa Gejala

Sedangkan untuk pasien Covid-19 tanpa gejala dalam waktu dekat dapat menjalani karantina di lokasi baru yakni Gedung Islamic Center, Ngaliyan.

“Kami sudah berkoordinasi menurut Dokter Hakam (Kadinkes Kota Semarang) 99 persen final, dalam waktu dekat kurang dari seminggu sudah mulai berjalan lokasi baru di Islamic Center dan fungsinya untuk pasien Covid-19 tanpa gejala. Sehingga dapat mengurangi jumlah pasien di rumdin yang sampai di atas 100, 150, 140 naik turunnya seperti itu,” ujarnya.

Tambahnya, sejumlah rumah sakit di Kota Semarang juga menyampaikan bahwa tempat ICU sudah terisi mencapai 80 persen.

“Beberapa sudah menyampaikan penuh ICU RSUP Kariadi, ICU RSUD Wongsonegoro, tapi masih terus melakukan penambahan kamar. Saya rasa masih ada, hanya presentase di atas 80 persen,”ujarnya.

Berdasarkan data dari siagacorona.semarangkota.go.id pada Kamis (7/1/2021) ada 22.251 kasus orang terkonfirmasi Covid-19 di Kota Semarang. Sebanyak 19.493 orang di antaranya sudah dinyatakan sembuh, sedangkan 1.782 orang lainnya meninggal dunia dan 976 orang terkonfirmasi Covid-19 masih dirawat. (Ozan/EB)

Related Articles

Back to top button