fbpx
Nasional

Ancaman Ratusan Ton Limbah Medis Indonesia yang Tak Terolah Setiap Harinya

ENERGIBANGSA.ID–Sudah setahun dunia di landa pandemi Covid-19, hingga sekarang belum juga berakhir.

Tahukah kamu jika satu pasien saja bisa menghasilkan limbah sebanyak 1,88 kg.

Jika diakumulasi kan per hari satu pasien  bisa menghasilakn sebesar 138 ton limbah.

Limbah medis Covid-19 tergolong ke dalam limbah B3 yang memerlukan pengelolaan khusus.

Ada sejumlah tahapan khusus untuk mengelola limbah medis yang diatur oleh pemerintah, utamanya yang membahayakan seperti Covid-19.

Tahapan pengolahan

Tahapan-tahapan tersebut dimulai dari pengurangan jumlah limbah, pemilahan, pengangkutan, penyimpanan, pengangkutan, pengolahan, kemudian penimbunan.

Pengolahan dan pengangkutan bisa secara mandiri atau melibatkan pihak ketiga

Hanya saja, banyak prosedur yang dilanggar dalam berbagai fase tersebut yang tidak hanya berisiko tinggi bagi kesehatan manusia, tetapi juga keamanan lingkungan.

Banyak penghasil limbah medis, dalam hal ini fasilitas pelayanan kesehatan, melakukan penyimpanan melebihi waktu seharusnya yaitu 2×24 jam.

Dan itu tanpa tempat pembuangan sampah khusus, limbah disimpan secara sembarangan.

Tak sedikit fasilitas pelayanan kesehatan yang mengangkut limbah Covid-19 dengan mobil ambulans, bahkan memakai ojek online.

Mereka tidak memakai alat pelindung diri (APD). Padahal, ini tindakan berbahaya sebab sangat berpotensi menimbulkan kontaminasi.

Dalam pertemuan dengan WHO pada pertengahan 2020, Kementerian Kesehatan mengungkap dari 2.889 rumah sakit, hanya 82 yang mempunyai insinerator atau alat pembakar sampah berizin.

Banyak yang kemudian harus memakai jasa pihak ketiga demi menjalankan manajemen limbah sesuai standar.

Indonesia bukan satu-satunya negara yang menghadapi masalah limbah Covid-19.

Pemerintah pusat maupun daerah diminta selain meningkatkan pengawasan dan melakukan tinjauan ulang terhadap kepatuhan standar.

Juga, bisa memberikan pelatihan soal pentingnya mengelola limbah Covid-19 sesuai peraturan yang berlaku. (*)

Related Articles

Back to top button