Energi MudaKita Indonesia

Tak Silau Jabatan, Anak Wakil Walikota Ini Memilih Bekerja Jadi Kuli Bangunan

ENERGIBANGSA.ID – Kata siapa anak pejabat tinggi negara selalu di korelasikan dengan kehidupan yang bergelimang harta, mapan dan selalu mendapatkan apa saja. Nyatanya, ada beberapa anak pejabat yang hidupnya jauh dari gelimang harta, mapan dan selalu mendapatkan apa saja.

Salah satu nya ditunjukan oleh pemuda yang bernama Muhammad Rafdi Majabessy yang merupakan anak ketiga dari Wakil Wali kota Tidore Kepulauan (Tikep), Muhammad Sinen.

Remaja yang biasa disapa Rafdi ini justru memilih bekerja sebagai kuli bangunan untuk mencari nafkah daripada memanfaatkan jabatan yang dimiliki oleh orang tuanya tersebut.

Hal ini diungkapkan oleh Muhammad Naoval yang mengunggah foto-foto Rafdi di media sosial beberapa saat yang lalu. Melalui akun faceboknya, Naoval membagikan kehidupan sederhana yang dijalani oleh Rafdi.

“Dia ini anaknya Wakil Wali Kota Tidore tapi dalam kehidupan kesehariannya sangat sederhana dan mandiri, malahan bekerja sebagai kuli bangunan,” tulis Nouval dalam keterangan foto yang ia unggah.

Salah satu foto yang diunggah Naoval memperlihatkan Rafdi sedang memegang sekop untuk mengangkut pasir hitam.

Rafdi ketika sedang bekerja menjadi kuli bangunan. (dok. kumparan)

Di foto selanjutnya menunjukkan dirinya setelah selesai bekerja sebagai kuli bangunan. Dalam foto tersebut, Rafdi menggunakan kaos lengan panjang, tas rajutan yang diselempangkan, celana pendek dan memakai sandal jepit.

Tidak hanya itu, ia pun melemparkan senyuman ketika dirinya sedang di foto.

Rafdi melempar senyuman ketika tahu dirinya di foto. (dok. suara.com)

Pada potret lainnya, dengan menggunakan pakaian yang sama Rafdi berdiri di depan truk yang sedang terparkir dengan kaki penuh bekas cipratan semen yang sudah mengering.

Penampilannya pun terlihat begitu lusuh dan sama sekali tak menggambarkan anak seorang pejabat tinggi negara sebagaimana semestinya.

Rafdi sedang berdiri di depan truck. (dok. Facebook Muhammad Naoval)

Potret-potret Rafdi yang dibagikan di media sosial pun seketika langsung menjadi viral.

Melihat foto anaknya yang viral, sang ayah pun membenarkan bahwa foto yang beredar tersebut adalah anaknya.“ iya itu anak saya yang ketiga,” ucap Sinen, seperti yang dikutip tim energibangsa.id dari Kumparan.com

Muhammad Sinen (berbaju biru), wakil Walikota Tidore Kepulauan sekaligus orang tua dari Muhammad Rafdi Majabessy yang sedang makan di warung sederhana. (dok Facebook Muhammad Naoval)

Ia pun mengungkapkan bahwa dirinya selalu menanamkan sifat pekerja keras terhadap anak-anaknya sedari kecil.

“Saya bilang ke mereka, pejabat ini kan milik orang banyak. Wakil Wali Kota itu ayah, bukan kalian (anak), jadi kalian harus contoh kayak ayah masa lalu. Hidup itu butuh kerja keras untuk bisa sukses,” lanjutnya.

Ketua DPD PDIP Maluku Utara ini pun menyebut, apa yang dilakukan anaknya itu tak seberapa bila dibandingkan dengan perjuangannya di masa lalu.

Sinen juga  mengaku dirinya sudah ditinggalkan sang ayah saat masih di bangku Sekolah Dasar (SD), dan sejak saat itu, ia sudah harus berjuang agar sukses.

Bahkan Sinen mengatakan pekerjaan serupa pernah dirinya geluti di masa lalu. Sehingga apa yang dikerjakan oleh anaknya, sudah merupakah hal yang biasa bagi dirinya.

Sementara itu Rafdi menjelaskan mengapa dirinya memilih bekerja menjadi kuli bangunan bahwa ia tak ingin memanfaatkan posisi ayahnya yang sebagai pejabat tinggi negara untuk mendapat kemudahan.

Dirinya pun juga mengatakan apa yang ia lakukan merupakan keinginan dari dirinya sendiri.

Kemudian Rafdi bercerita bahwa pekerjaan nya saat ini telah dirinya tempuh semenjak berada di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA) dan bukanlah pekerjaan pertamanya.

Merujuk informasi yang dihimpun tim energibangsa.id, sebelumnya Rafdi juga pernah bekerja di kapal pencari ikan.

Cerita dan semangat Rafdi pun telah menunjukkan juga membukakan mata setiap orang bahwa meskipun orang tua nya memiliki posisi sebagai pejabat tidak serta merta membuat dirinya berpangku tangan dan mengandalkan posisi orang tuanya tersebut. Ia tetap bekerja keras untuk menghidupi dirinya.

Related Articles

Back to top button