fbpx
Sambat

Amankah Membeli Tanah dengan Bukti (Hanya) Girik atau AJB?

ENERGIBANGSA.ID—Artikel ini dilansir dari sumber detik’s Advocate, edisi 23 Februari 2021. Namun oleh penulis, artikel ini relevan dan sangat bermanfaat bagi pembaca energibangsa.

Memang persoalan tanah menjadi problem krusial yang tak setiap orang memahaminya. Terkait hal itu, penulis sajikan artikel hasil konsultasi hukum masyarakat pada tim konsultan hukum detikcom.

Pertanyaan yang diajukan?

Saya punya dana simpanan yang rencananya akan saya pergunakan untuk investasi membeli tanah. Ada penjual di daerah Karawang yang menjual tanahnya ke saya 1.500 meter persegi dengan harga Rp400 juta. Ketika saya tanyakan legalitasnya, dia menyatakan hanya memiliki Akte Jual Beli atau AJB.

Ada pula warga yang menawarkan tanahnya seluas 500 meter persegi di Kabupaten Bogor dengan harga Rp80 juta dengan legalitas girik.

Yang ingin saya tanyakan:

Apa beda Girik, AJB, Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT) hingga Sertipikat Hak Milik (SHM)? dan bagaimana kekuatannya masing-masing secara hukum.

Lalu jika saya membeli tanah dan si penjualnya hanya punya girik atau AJB, apa yang harus saya lakukan atau saya pastikan agar dipastikan aman membeli lahan tersebut? AJB sama Girik itu lebih kuat mana?

Terima kasih

Heri

Jawaban Pakar

Girik dan SPPT hanya sebatas bukti pembayaran pajak, sedangkan SHM adalah sertifikat hak milik yang merupakan bukti kepemilikan.

Girik adalah bukti pembayaran pajak, AJB merupakan bukti adanya peristiwa perdata berupa jual beli terhadap suatu benda, sedangkan SHM adalah bukti kepemilikan terhadap bidang tanah.

Jika dipertanyakan mengenai kekuatan pembuktian untuk kepemilikan, maka SHM yang menjadi bukti mutlak kepemilikan tanah.

Amankan beli tanah dengan bukti girik?

Jika membeli tanah dengan dasar alas hak tanah tersebut adalah girik, pastikan girik yang dipegang asli.

Kemudian telusuri di kelurahan/desa bahwa girik dimaksud tercatat. Selanjutnya, pastikan bahwa tanah tersebut tidak sedang bersengketa.

Misal dengan bertanya kepada pemilik tanah yang berada di perbatasan tanah dimaksud atau dapat bertanya kepada aparat pemerintahan setempat.

Hal serupa dapat dilakukan jika alasan haknya berupa AJB.

AJB dan Girik lebih kuat mana?

Keduanya bukan merupakan bukti kepemilikan. Jika dipertentangkan keduanya, maka akan terdapat varian peristiwa.

Pastikan apakah pelaksanaan AJB sudah dilakukan dengan benar dan sesuai peraturan perundang-undangan.

Jika tidak, maka dapat saja AJB batal/dapat dibatalkan. (*)

Related Articles

Back to top button