fbpx
Kabar Daerah

Aman! Nilai Inflasi Cilacap Masih Teratasi, Meski di Bawah Bayang-bayang Pandemi

CILACAP, energibangsa.id – Nilai inflasi di Kabupaten Cilacap pada 2020 mencapai angka 1,71 persen.

Angka tersebut masih berada di bawah target yang ditetapkan, yakni sebesar 3,50-5,50 persen, tetapi lebih tinggi daripada nilai inflasi Jawa Tengah yang mencapai 1,56 persen.

Bupati Cilacap, Tatto Suwarto Pamudji menyampaikan, meski tingkat inflasi daerah dapat dikendalikan, namun pertumbuhan ekonomi Cilacap terhitung minus sebagai dampak terjangan pandemi Covid-19.

Hal itu disebutkan dalam Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati tentang Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Tahun 2020 kepada DPRD, di kantor DPRD, Kamis (25/3/2021) lalu.

“Pertumbuhan ekonomi memang belum sesuai harapan. Hal ini merupakan dampak pandemi Covid-19, yang mengakibatkan skenario pertumbuhan ekonomi secara nasional mengalami perubahan yang fluktuatif,” kata Bupati Tatto.

Indikator pertumbuhan ekonomi

Dijelaskan, beberapa indikator pertumbuhan ekonomi selain nilai inflasi adalah Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten Cilacap Atas Dasar Harga Konstan tanpa migas sebesar –1,35 persen dan Atas Dasar Harga Konstan Dengan Migas sebesar -10,36 persen.

Adapun tingkat Pengangguran Terbuka mencapai 9,1 persen di atas target yang ditetapkan sebesar 5,5 sampai 5,9 persen.

Di samping itu, lanjut Bupati Tatto, angka kemiskinan Kabupaten Cilacap mencapai 11,46 persen di atas target yang ditetapkan sebesar 13,34 persen.

Nilai Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Cilacap pada 2020 mencapai 69,95 persen sampai 101,23 persen lebih tinggi dari target yang ditetapkan, yakni sebesar 69,10 persen.

Angka tersebut berada di bawah IPM Provinsi Jawa Tengah sebesar 71,87 persen.

Selanjutnya, Indeks Pembangunan Gender (IPG) tercapai sebesar 86,67 atau 99,62 persen dari target yang ditetapkan sebesar 87,00 persen.

Indeks Pemberdayaan Gender (IDG) tercapai sebesar 69,13 atau 108,59 persen melampaui target yang ditetapkan sebesar 63,66 persen.

Fokus pada pembangunan ekonomi dan infrastruktur

Tatto melanjutkan, berdasarkan RPJMD Kabupaten Cilacap dan RKPD Kabupaten Cilacap Tahun 2020, pembangunan berfokus pada ekonomi dan infrastruktur.

Hal itu dilakukan dalam rangka memperkuat pengembangan wilayah pinggiran dan perbatasan.

Rencana kerja tersebut dijabarkan menjadi beberapa prioritas pembangunan.

Antara lain, pembangunan ekonomi kerakyatan, pengembangan infrastruktur dalam rangka memperkuat pengembangan wilayah pinggiran dan perbatasan.

Serta, peningkatan kualitas SDM menuju SDM berdaya saing, dan pemantapan ketahanan pangan dengan fokus peningkatan ketersediaan pangan.

Selanjutnya, pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan hidup, peningkatan keamanan dan perlindungan masyarakat baik dari gangguan sosial maupun kebencanaan, serta pemantapan tata kelola pemerintahan.

“Keberhasilan yang dicapai selama tahun 2020 merupakan keberhasilan kita bersama, yang didukung peran masyarakat dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Cilacap,” kata Bupati Tatto. (*)

Related Articles

Back to top button