fbpx
Kabar IndonesiaKesehatanNasional

Alokasi untuk Insentif Tenaga Medis Meningkat dari 6 Trilyun Menjadi 14,6 Trilyun, Tapi…

ENERGIBANGSA.ID – Dewan Pengurus Wilayah Persatuan Perawat Nasional (DPW PPNI) Provinsi Jawa Tengah meminta gubernur dan bupati/wali kota se-Indonesia untuk segera mencairkan insentif tenaga medis yang belum terbayarkan.

Hasil pemantauan DPW PPNI Jateng, di Provinsi Jawa Tengah masih ada banyak tenaga medis yang tersebar di beberapa wilayah yang belum terbayar insentifnya selama enam bulan terakhir.

“Di Bandung, ada laporan lima belum terbayar. Padahal pemerintah pusat sudah mengeluarkan Bantuan Operasional Kesehatan Tambahan sebanyak Rp 968 miliar per 20 April 2021 kemarin,” kata Ketua DPW PPNI Provinsi Jawa Tengah, Dr Edy Wuryanto SKp MKep.

Bantuan operasional itu, menurut dia harusnya segera diberikan kepada tenaga medis oleh bupati/wali kota setempat setelah Menteri Keuangan melepas bantuan yang dimaksud.

Persoalan yang terjadi saat ini, dari laporan yang masuk ada 58 bupati/wali kota se-Indonesia yang belum sama sekali memberikan intensif itu.

“Ada 58 bupati/wali kota se-Indonesia yang nol persen belum memberikan insentif kepada tenaga medis. Macam-macam alasannya, data belum diverifikasi. Siapa yang belum memperoleh ini tidak jelas,” ungkapnya.

Maka pihaknya berharap, insentif itu mestinya sudah terbayarkan sebelum Idul Fitri 2021. Ketika tidak kunjung dibayarkan, jelas kasihan tenaga medis yang sudah mengabdi dengan ikhlas dan beban kerja yang lebih.

edy wuryanto
Anggota Komisi Sembilan DPR RI, Edy Wuryanto (doc: Tribunnews)

“Tetapi hanya persoalan teknis administrasi pemberian insentif tenaga medis, pemerintah tidak clear. Maka, Menteri Kesehatan, Menteri Keuangan, termasuk Menteri Dalam Negeri harus memantau itu,” ujarnya.

Sebagaimana diketahui, DPR RI belum lama ini sudah menaikkan alokasi anggaran salah satunya untuk insentif tenaga medis pada TA 2021 dari Rp 6 triliun menjadi Rp 14,6 triliun.

Artinya, anggarannya sudah dinaikkan karena sebelumnya tidak bisa diperkirakan pandemi Covid-19 di Indonesia tidak seluas ini dan keterlibatan SDM kesehatan tidak sebanyak ini.

“Karena itu, Rp 14,6 triliun merupakan bentuk komitmen DPR RI agar para teman-teman yang bekerja keras menangani Covid-19 disuportlah dari sisi insentif tenaga medis,” tegas Edy Wuryanto.

Wahhh semoga tenaga media segera mendapatkan haknya ya, sob.

Related Articles

Back to top button