fbpx
Nasional

Alhamdulillah, Dana BOS untuk Madrasah dan Pesantren Dipastikan Naik

ENERGIBANGSA.ID (Semarang) – Pemotongan alokasi dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dipastikan Kementerian Agama (Kemenag) tidak akan dilakukan di tahun 2020. Anggaran BOS 2020 yang sudah cair besarannya sama dengan tahun sebelumnya.

Oman Fathurahman, Jubir Kemenag, menjelaskan Kemenag awalnya berencana menaikkan anggaran tersebut. Namun ditunda sementara kenaikannya karena harus melakukan penghematan karena dampak pandemi COVID-19.

“Berdasarkan hasil Raker dengan Komisi VIII DPR, Selasa lalu, diputuskan untuk melanjutkan rencana kenaikan dana BOS Madrasah dan Pesantren,” tutur Jubir Kemenag Oman Fathurahman di Jakarta seperti dikutip dari IDN Times dari Kemenag.go.id, Jumat (11/9).

1. Anggaran BOS direncanakan naik Rp100 ribu per siswa madrasah dan pesantren

Oman mengungkapkan, dana BOS diserahkan untuk siswa madrasah (MI/MTs/MA) dan santri pesantren (Ula/Wustha/Ulya). Data Ditjen Pendidikan Islam mencatat ada 3.894.365 siswa MI, 3.358.773 siswa MTs, dan 1.495.294 siswa MA. Sementara santri Pesantren Ula berjumlah 27.540 orang, Wustha 114.517 orang, dan ‘Ulya 18.562 orang.

Tahun 2019, anggaran BOS Kemenag sebesar Rp800 ribu (MI/Ula), satu juta (MTs/Wustha), dan Rp1,4 juta(MA/’Ulya). Untuk tahun 2020, anggaran ini direncanakan naik Rp100 ribu per siswa. Sehingga menjadi Rp900 ribu (MI/Ula), Rp1,1 juta (MTs/Wustha), dan Rp1,5 juta (MA/’Ulya).

“Angka kenaikannya Rp 100 Ribu per siswa madrasah dan per santri pesantren. Kenaikan anggarannya adalah Rp 874,84 miliar untuk BOS Madrasah dan Rp16,06 miliar untuk BOS Pesantren. Total berkisar Rp 890,90 miliar,” jelas Oman.

2. Kemenag segera sampaikan usulan tambahan anggaran BOS madrasah dan pesantren ke Kemenkeu

Oman mengatakan, berdasarkan Surat Menkeu Nomor S-302/MK.02/2020 tanggal 15 April 2020 tentang Langkah-Langkah Penyesuaian Belanja Kementerian/Lembaga Tahun Anggaran 2020, total penghematan Kemenag mencapai Rp2,6 triliun. Dari jumlah tersebut, Rp2,02 triliun diambil dari porsi anggaran Ditjen Pendidikan Islam.

Dalam rangka menindaklanjuti hasil raker dengan Komisi VIII DPR, Kemenag segera menyampaikan usulan tambahan anggaran ke Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

“Kita usul ke Kemenkeu untuk mengalokasikan BOS Madrasah dan Pondok Pesantren tahun 2020 yang dihemat per siswa dan per santri sebesar Rp100 ribu,” jelasnya.

3. Kenaikan anggaran Rp100 ribu per siswa terlebih dulu dialihkan untuk menangani pandemi COVID-19

Dijelaskan Oman, rencana awal untuk menaikkan anggaran BOS masih terus terjadwal. Hingga Maret 2020, rencana tersebut harus ditunda lantaran anggaran kenaikan sebesar Rp 100.000 untuk setiap siswa dan santri harus dipindah alokasi untuk penanganan Covid-19.

“Hal itu sejalan dengan Perppu Nomor 1 tahun 2020 tentang Kebijakan Keuangan Negara dan Stabilitas Sistem Keuangan untuk Penanganan Pandemi Coronavirus Disease 2019 (COVID-l9) dan Perpres 54/2020 tentang Perubahan Postur dan Rincian Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara TA 2020,” ujarnya. (Sasa/EB/IDN Times)

Related Articles

Back to top button