fbpx
Kabar Daerah

Akhirnya! KA Bandara Adi Soemarmo Mulai Beroperasi Setelah Sembilan Bulan Vakum

SOLO, energibangsa.id – Kereta Api Bandara Adi Soemarmo (KA BIAS) mulai beroperasi kembali pada Jumat (1/1). KA BIAS ini sebelumnya sudah vakum selama Sembilan bulan karena adanya pembatasan operasional KAI pada masa pandemi.

Dilansir dari Antara, Jumat (1/1), nantinya KA Bandara Internasional Adi Soemarmo akan beroperasi dan terbagi menjadi tiga relasi perjalanan.

“Salah satunya KA bandara relasi Klaten-Adi Soemarmo dengan total 22 perjalanan,” ungkap Manajer Humas PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi 6 Yogyakarta, Supriyanto.

Selanjutnya yaitu relasi Solobalapan-Adi Soemarmo dengan total 10 perjalanan. Dan yang terkahir adalah Solobalapan-Klaten PP dua perjalanan.

Tak usah khawatir soal tarig yang berlaku, karena tarif yang dipatok ramah dikantong. Tarif yang berlaku dalam sekali perjalanan antara Klaten-Adi Soemarmo sebesar Rp15.000/penumpang. Selanjutnya tarif Solobalapan-Adi Soemarmo Rp7.000/penumpang.

“Kalau untuk Stasiun Klaten-Stasiun Solobalapan sebesar Rp8.000/penumpang,” ungkapnya.

Andalan masyarakat

Harapannya dengan KA Bandara Internasional Adi Soemarmo kembali beroperasi dapat menjadi andalan masyarakat dalam transportasi. Ini merupakan salah satu moda transportasi yang terintegrasi anatar pesawat dan KA sehingga perjlanannya akan lebih nyaman dan tepat waktu.

Kelebihannya yaitu masyarakat dapat memilih jadwal perjalanan KA yang sudah disediakan KA yang beragam. Sehingga nantinya bisa disesuaikan dengan jadwal penerbangan di Bandara Adi Soemarmo.

Pihaknya berharap dengan adanaya beragam alat transportasi, terkhusus KA bandara bisa meningkatkan ketertarikan masyarakat untuk menggunakan transportasi massal. Sehingga nantinya juga akan lebih ramah lingkungan.

Kebijakan dari KA bandara juga telah dikeluarkan mengingat kondisinya masih masa pandemi Covid-19. KAI nantinya hanya akan menjual tiket sebanyak 70 persen dari kapasitas tempat duduk yang telah disediakan. Tentunya, juga dengan meneraokan protokol kesehatan yang ketat. (*)

Related Articles

Back to top button