fbpx
Nasional

Akankah Jokowi Mereshuffle Kabinetnya di Hari Rabu Pon, Esok Hari?

JAKARTA, energibangsa.id—Besok adalah hari Rabu, tepat hari pasaran “Pon”, 23 Desember 2020. Hari pasaran terakhir di bulan Desember 2020 tahun ini.

Ada yang bilang, Presiden Joko Widodo (Jokowi) gemar menggunakan hari pasaran Rabu Pon untuk memutuskan kebijakan strategis. Baik terkait pribadi dan keluarganya, hingga keputusan politik termasuk reshuffle.

Jika menilik manuver politiknya, banyak keputusan penting yang diambil mantan Gubernur DKI Jakarta ini di hari Rabu. Beberapa kali reshuffle kabinet, misalnya, Jokowi selalu mengumumkannya di hari Rabu Pon.

Reshufle pertama dilakukan pada hari Rabu (12/8/2015). Reshufle II dilakukan pada hari Rabu (27/72017). Reshufle III pada hari Rabu (17/1/2018).

Pada Reshufle IV, Jokowi tidak menggantikan Idrus Marham di hari Rabu (Pon). Karena waktu itu, Idrus mengundurkan diri dari jabatan sebagai Mensos.

Dan itu bukan atas kemauan pribadi Jokowi. Jadi tidak masuk dalam hitungan kebijakan strategis Jokowi. Presiden menunjuk Agus G Kartasasmita menggantikan posisi Idrus pada hari Jumat (24/8/2018).

Isu reshuffle

Sementara itu, pengamat Politik Universitas Al Azhar Indonesia (UAI), Ujang Komarudin menilai, Jokowi sedang melihat waktu yang tepat.

“Ini terkait hitungan penanggalan Jawa dan terkait dengan kondisi politik,” ujar Ujang.

Isu reshuffle kabinet Indonesia Maju santer ke permukaan. Terutama pasca pengunduran diri Edhy Prabowo dan Juliari P Batubara akibat kasus korupsi.

Dan, besok, hari Rabu Pon yang jatuh pada 23 Desember 2020 Presiden Jokowi digadang-gadang akan melakukan reshuffle. Benarkah keputusan itu diambil besok pagi?

Jago, calon menteri

Internal PDI Perjuangan menjagokan 5 nama sebagai calon Menteri Sosial menggantikan posisi Juliari Batubara akibat tersandung korupsi bantuan sosial.

Ketua Dewan Pimpinan Pusat PDI Perjuangan Ahmad Basarah menyebut terdapat lima nama potensial menggantikan pos andalan dalam pandemi Covid-19 ini. Lima nama yang diunggulkan saat ini merupakan pengurus pusat di PDI Perjuangan.

“Nama-nama seperti Tri Rismaharini, Djarot Saiful Hidayat, Eriko Sotarduga Sitorus, Sukur Nababan dan Komarudin Watubun saya nilai sebagai figur yang potensial menjadi Mensos,” ujar Basarah seperti dilansir Tempo.

“Sementara wewenang untuk mengangkat seseorang menjadi menteri adalah hak prerogatif Presiden Joko Widodo,” ujar Wakil Ketua MPR RI ini.

Saat ini Kabinet Indonesia Maju memiliki dua kursi kosong usai menteri yang bertugas ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Pos yang kosong ini yaitu Menteri Kelautan dan Perikanan serta Menteri Sosial. (dd/EB)

Related Articles

Back to top button