masjid pekojan
Pojok Bangsa

Akan Ada Festival Kuliner dan Budaya India Pakistan di Pekojan?

0

ENERGIBANGSA.ID – Animo masyarakat Semarang dalam setiap event kuliner nampaknya menimbulkan dampak positif untuk mendongkrak nilai bisnis dan ekonomi UMKM Semarang.

Setelah sukses dengan event kuliner Pecinan, dengan Kampung Semawisnya, pada Minggu (26/01/2020) kemarin, area Jalan Depok, Kota Semarang resmi dibuka sebagai destinasi wisata kuliner malam untuk akhir pekan.

Kuliner Depok menjadi satu dari tiga area kuliner malam baru di Kota Semarang yang ditargetkan secara bertahap dibuka pada tahun 2020 ini.

Menurut info yang didapat tim energibangsa.id area lain yang sedang disiapkan di antaranya di Jalan Singosari dan di Jalan Veteran juga masuk area yang direncanakan.

Mendorong UMKM

Dalam even kuliner di Jalan Depok bulan lalu, Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi mengatakan, festival kuliner tersebut akan dilaksanakan rutin setiap minggunya sebagai salah satu destinasi wisata baru di Semarang.

Menteri Koperasi dan UMKM, Teten Masduki, yang pada Januari kemarin sempat mengunjungi festival kuliner di Jalan Depok mengatakan, festival kuliner bisa menjadi pendorong UMKM kuliner lokal untuk bisa berkembang dan memperoleh pasar baru.

Kampung Pekojan

Info terbaru yang didapat tim energibangsa, kini Pemkot Semarang juga ingin ada wisata kuliner Kampung India Pakistan atau Koja, yang lazim disebut daerah Pekojan, Semarang.

Ahmad, salah satu warga dan pengurus Masjid Jami’ Pekojan menyambut positif upaya Pemkot Semarang dalam nguri-nguri budaya dan membangkitkan geliat ekonomi bisnis di area Pekojan.

“bagus, selain even kuliner budaya Koja, itu bisa jadi salah satu kampanye toleransi agama dan budaya Islam, Tionghoa, India dan Pakistan di sini,” ujarnya.

“kemarin di Car Free Day di Jalan Pahlawan juga sada pertunjukan Budaya Koja di Semarang, respon masyarakat juga bagus dan sangat antusias,” lanjutnya.

Simbol Perdamaian

Ahmad berharap festival kuliner dan budaya di Pekojan tidak hanya euforia dan mengenal makanan saja, tapi juga bisa menjadi sarana untuk mengenal sejarah dan asul-usul keberadaan keturun Koja di Semarang.

Menurut Ahmad, Pekojan adalah simbol perdamaian, toleransi itu tumbuh baik dari sisi budaya dan agama.

“dari sisi agama, masyarakat muslim, kristen, dan konghucu di Pekojan hidup rukun berdampingan, sebelah sana ada gereja, di sebelah situ ada kelenteng, di depan masjid ini malah dulunya makam etnis China, semua damai saling menghormati,” jelasnya.

“secara budaya, historis negara India dan Pakistan itu bermusuhan, tapi sampai di Semarang malah (tumbuh) cinta dan kasih sayang, menjalin keluarga, dan jadilah keturunan Koja itu hingga sekarang,” harapnya.

Semoga festival kuliner dan budaya India Pakistan di Pekojan segera terealisasi yang sobat energi, biar kita bisa mengenal budaya Koja plus menikmati makanan sambil nyanyi dan berjoget ala India. Mere Tumse Pyar Kareega.

Komentar Netizen
Bagikan, agar menjadi energi positif untuk orang lain

Mengenal AIESEC Semarang, Organisasi Relawan Dunia untuk Negara Berkembang

Previous article

Aktif dalam Penanggulangan Bencana, Jateng Diganjar Penghargaan BNPB

Next article

You may also like

Comments

Comments are closed.

More in Pojok Bangsa