Kabar Indonesia

Ahok: Jika Saya Jadi Presiden…

Energibangsa.idBasuki Tjahja Purnama (BTP) alias Ahok selaku Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) menjawab pertanyaan yang disampaikan oleh Seniman Butet Kertaradjasa.

Ahok pun menjawab rencana-rencana jika dirinya menjadi Presiden Republik Indonesia (RI) Hal pertama yang dia lakukan adalah melakukan pemutihan dosa-dosa orang yang melakukan kejahatan di masa lalu, Supaya jangan dari rezim ke rezim ini dijadikan semacam ATM.

Ahok Presiden..

Ahok akan memberikan pengampunan ke pelaku kejahatan kemanusiaan. Asalkan di pelaku mengakui kesalahan dan perbuatannya memaparkan kejahatan dan kronologis perbuatannya. Ahok menilai rekonsiliasi bukan berarti menutupi kejahatan. Namun mengungkapkan fakta baru soal kejahatan itu untuk dicatat dan dipelajari oleh generasi ke depan.

Untuk permasalahan pilkada, ia berharap calon-calon pejabat bisa menyampaikan kepemilikkan harta secara terbalik, ia berharap calon presiden harus jujur dari mana pula asal harta yang dimiliki.

Seandainya harta warisan tersebut ia dapatkan dari orang tuanya yang dulu sebagai pejabat, Ahok ingin dikatakan sejujurnya. Dengan pengakuan seperti itu, biarkan nanti rakyat yang putuskan mau memilih atau tidak.

Ia juga menuturkan seandainya jadi presiden akan memperbaiki gaji pejabat dengan syarat ada sistem alat ukur (Key Performance Indicator/KPI) yang jelas seperti meningkatkan kesejahteraan rakyat. Ahok menyebut akan menaikkan gaji semua aparat sedangkan prajurit TNI/Polri, katanya, bisa mendapatkan diskon saat berbelanja kebutuhan sehari-hari.

Kalau TNI mereka dikirim perang ke mana, pas pulang dapat diskon 10 persen. 2 kali perang, dapat 20 persen. Nantinya uang diskon itu akan diberikan oleh negara ke minimarket tempat si prajurit membeli.

Mendengarkan penjelasannya, Butet mempertanyakan apakah ada kemungkinan Ahok menjadi presiden di masa depan. Ia pun menjawab bahwa ia masih bisa menjadi presiden, presiden direktur. Menurutnya, ada narasi yang hilang di Indonesia tentang identitas atau ‘siapa orang Indonesia?’. Ahok heran, karena ada banyak yang menyebut bahwa dia bukan orang Indonesia asli.

Ahok menambahkan, bukan agama yang seharusnya dilihat melainkan keimanan seseorang kepada Tuhannya. Sebab dengan begitu, akan lebih mudah mengukurnya.

Padahal menurutnya, sebagai manusia harus berguna bagi semua orang tanpa harus melihat keyakinannya. Menurutnya, iman seseorang bisa dilihat dari perbuatannya kepada sesama manusia. (dhanti/EB)

Related Articles

Back to top button