Nasional

Aduh, Kantor PDIP Diserang Bom Molotov. Begini Kata Hasto

ENERGIBANGSA.ID (Bogor, Jawa Barat) – Terkait serangan bom, Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menyebut aksi pelemparan bom molotov di kantor PDIP, Bogor Jawa Barat merupakan tindakan pengecut dan bermotif ideologis. PDIP partai yang tidak pernah takut dan tunduk pada aksi teror. 

Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristyanto saat bersama Ketua Umum PDIP Megawati SoekarnoPutri dalam kegiatan konferensi pers, usai rapat konsolidasi seluruh DPD, Jakarta (17/11) silam. (Sumber: Instagram/ jpnncom)

“PDI Perjuangan mengecam keras aksi pelemparan 3 (tiga) bom molotov di sekretariat PAC Megamendung dan Cileungsi, Kabupaten Bogor. PDI Perjuangan menentang berbagai bentuk teror. Pelemparan bom molotov adalah tindakan pengecut, dan memiliki motif ideologis,” kata Hasto dalam keterangannya, Rabu (29/7).

Lanjut Hasto, serangan ke kantor PAC tersebut adalah serangan atas demokrasi yakni serangan terhadap kemanusiaan dan serangan atas tatanan kehidupan masyarakat yang mendambakan hidup tenteram. PDI Perjuangan, kata Hasto, sangat kokoh di dalam memegang teguh Pancasila, UUD NRI tahun 1945, NKRI dan kebhinekaan Indonesia. 

“Karena itulah terhadap aksi teror tersebut, tidak akan pernah menyurutkan semangat juang kami. Terlebih atas penghormatan masyarakat Indonesia yang menempatkan PDI Perjuangan sebagai Partai Nasionalis Soekarnois. PDI Perjuangan partai grass roots, tidak kenal mundur dan takut,” katanya. 

Hasto menjelaskan, keteguhan sikap Partai di dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan berbangsa dan bernegara telah teruji. PDI Perjuangan memiliki akar sejarah kuat dengan PNI yang telah berjuang jauh sebelum republik ini berdiri. Partai juga selalu menjawab tantangan sejarah dan merumuskan jawaban sesuai amanat penderitaan rakyat. 

“Untuk itu seluruh kekuatan grass roots partai agar tetap tenang, terus bekerja keras dan membantu rakyat di dalam ikut menjaga keamanan dan ketentraman masyarakat, tanpa kecuali,” kata dia.

Hasto menambahkan, tindakan teror tidak boleh dibiarkan terjadi. Indonesia adalah negara hukum. Di sisi lain kata dia, bangsa Indonesia memiliki falsafah hidup yakni Pancasila. Di mana masyarakatnya hidup rukun, penuh toleransi dan mendambakan keharmonisan hidup.

Oleh karena itu, kata Hasto, mereka yang telah mengganggu ketenteraman masyarakat harus ditindak, dan hukum tidak boleh kalah dengan berbagai bentuk aksi teror yang anti ketuhanan dan antikemanusiaan tersebut.

“PDI Perjuangan menginstruksikan seluruh simpatisan, anggota dan kader partai untuk tetap tenang, terus rapatkan barisan dan memegang teguh nilai Satyam Eva Jayate bahwa kebenaranlah yang akan menang,” lanjut dia.(viva.co.id/29/7).

Related Articles

Back to top button