fbpx
Kesehatan

Ada Kabar Gembira tentang Corona

ENERGIBANGSA.ID – Seiring dengan makin bertambahnya jumlah kasus positif virus Corona atau Covid-19 di Indonesia, bertambah pula informasi yang menakutkan mengenai penyakit tersebut.

Meski begitu, bukan tidak ada kabar gembira mengenai virus corona ini. Dilansir dari manado.tribunnews.com berikut merupakan sejumlah kabar gembira dan memunculkan harapan bagi khalayak saat wabah menyebar.

1.Virus Corona tidak bermutasi cepat

Peneliti dari Johns Hopkins University Applied Physics Laboratory berdasarkan studi terbaru menyatakan, infeksi virus SARS-Cov-2 tidak serta merta melakukan mutasi di tubuh manusia.

Dilansir The Washington Post Rabu (25/3/2020), semua virus mengalami evolusi, mereplikasi diri begitu di inangnya, dan menyebar ke seluruh populasi.

lmuwan menerangkan, karena tidak punya proofreading, maka kasus yang muncul di sejumlah tempat hampir sama kode genetiknya.

Peter Thielen, pakar genetika molekuler di Universitas Johns Hopkins berujar, saat ini pihaknya meneliti sekitar 1.000 sampel.

Dia mengatakan, terdapat empat banding 10 perbedaan antara virus yang menginfeksi Amerika Serikat dengan yang pertama ditemukan di Wuhan, China.

“Ini adalah jumlah mutasi relatif kecil karena telah melewati sejumlah besar orang,” papar Thielen.

Kabar ini jelas merupakan berita positif. Pasalnya melalui penelitian tersebut, ahli bisa menciptakan satu vaksin saja.

Tidak seperti flu di mana mereka harus menghasilkan obat baru setiap tahun-nya.

3. Ilmuwan teliti obat untuk kurangi komplikasi Virus Corona

Peneliti Kanada pada Senin (23/3/2020) dilaporkan meluncurkan studi terkait penggunaan obat anti-inflamasi untuk mengurangi risiko komplikasi paru-paru dan kematian terkait Covid-19.

Beberapa pasien SARS-Cov-2 disebut mengalami komplikasi parah karena lonjakan sel imun di paru-paru, dikenal juga sebagai “badai sitokin”.

Diwartakan AFP, mereka mencoba meneliti colchicine dengan harapan, obat itu bakal memoderasi sel kekebalan yang berlebihan pada pasien SARS-Cov-2.

Obat ini disebut untuk mengobati encok dan perikarditis (radang selaput jantung). Jika terbukti berhasil, maka ini menjadi kabar baik dalam perjuangan mengalahkan Covid-19. (*)

sumber: manado.tribunnews.com

Related Articles

Back to top button