fbpx
Nasional

6 Anggota Laskar FPI yang Ditembak Mati Jadi Tersangka, Kasusnya Berakhir Dong?

SEMARANG, energibangsa.id—Berita Republika, Jumat (5/3/2021) mengabarkan Mabes Polri umumkan penetapan tersangka kasus penembakan anggota laskar Front Pembela Islam (FPI) di Kilometer (Km) 50 Tol Jakarta-Cikampek, Desember 2020 silam.

Dalam artikelnya, Repubika menyebut langkah itu akan menjadi jurus berkelit kepolisian dari pelaksanaan rekomendasi Komnas HAM terkait peristiwa itu.

Ikhwal penetapan tersangka

Penetapan tersangka itu mula-mula disampaikan Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian dalam gelar perkara pada Selasa (3/3/2021) lalu.

Dia menyatakan, pihaknya telah menetapkan enam (almarhum) laskar FPI sebagai tersangka dalam kasus bentrokan dengan pihak kepolisian. 

Bareskrim Polri kemudian melimpahkan berkas perkara tersebut kepada Kejaksaan. Nantinya, Andi Rian menyebut, jaksa peneliti ikut menimbang perihal penghentian atau tidaknya kasus tersebut.

“Sudah ditetapkan tersangka. Kan itu juga tentu harus diuji. Makanya kami ada kirim ke jaksa biar jaksa teliti,” kata Andi Rian, saat dikonfirmasi awak media, Rabu (3/3/2021) kemarin. 

Selepas penetapan tersangka, Bareskrim Polri resmi menghentikan penyidikan kasus tersebut.

Dengan demikian, seluruh penyidikan perkara dan status tersangka pada enam almarhum laskar FPI tersebut sudah tidak berlaku di mata hukum.

Kasusnya dihentikan

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Argo Yuwono menjelaskan, penghentian kasus ini sebagaimana tertuang dalam Pasal 109 KUHP karena tersangka sudah meninggal dunia.

“Kasus penyerangan di Tol Jakarta-Cikampek dihentikan. Dengan demikian, penyidikan serta status tersangka sudah gugur,” kata Argo dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Kamis (4/3/2021).

Kendati begitu, Argo menyebut aparat kepolisian sudah menerbitkan laporan polisi (LP) soal dugaan adanya unlawful killing alias pembunuhan di luar proses hukum di kasus penyerangan laskar FPI tersebut.

Setidaknya ada tiga polisi dari jajaran Polda Metro Jaya yang sudah berstatus terlapor. 

Penerbitan laporan ini tampaknya dari instruksi Kapolri Jendral Listyo Sigit Prabowo untuk menjalankan rekomendasi dan temuan dari Komnas HAM.

“Rekomendasi dan temuan Komnas HAM, kami sudah jalankan. Saat ini masih terus berproses,” ujar Argo.

Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono juga menyebut bahwa tiga anggota polisi berstatus terlapor ditindaklanjuti sebagai rekomendasi Komnas HAM dalam investigasi independen. 

Rusdi menyebut, anggota yang berstatus akan melalui mekanisme, melalui sidang etik, dan saat ini proses masih berjalan.

“Anggota diberhentikan itu harus melalui proses. Sementara ini masih dilakukan proses oleh Propam dan tentunya oleh Dittipidum,” tegas Rusdi. (*)

Related Articles

Back to top button