fbpx
Gaya Hidup

5 Tradisi Unik yang Hanya Ada Saat Perayaan Imlek

ENERGIBANGSA.ID − Pergantian tahun dalam kalender China menjadi momentum yang paling ditunggu-tunggu oleh sebagian besar orang, terutama bagi warga Tionghoa.

Tahukah kamu, kata “Imlek” bukanlah nama dari perayaan tahun baru Tiongkok yang sebenarnya.

Kata ini diambil dari Bahasa Hokien dan hanya diketahui dan digunakan oleh orang Indonesia.

Di luar, perayaan ini lebih dikenal dengan nama Chinese New Year untuk orang-orang Barat, sedangkan orang Tiongkok menamainya “Guo Nian” atau “Xin Jia” yang artinya lewati bulan atau bulan baru.

Perayaan ini sudah ada sejak beribu tahun yang lalu.

Seiring perkembangan zaman, maka terbentuklah beberapa tradisi yang akhirnya turun menurun dan wajib dijalani dalam setiap perayaan Imlek.

Apa saja tradisi unik itu?

1.Pantang Makanan Bubur

Jika kue keranjang dan jeruk menjadi makanan khas saat Imlek, lain halnya dengan bubur.

Bubur menjadi makanan yang pantang disajikan ketika Imlek.

Kenapa? Karena bubur dianggap sebagai simbol kemiskinan.

2.Dilarang Membalik Ikan Saat Menyantapnya

Cara menyantap ikan menjadi berbeda jika dilakukan saat Imlek.

Dalam tradisi Imlek terdapat dilarang mengambil daging ikan pada bagian bawah.

Tidak hanya itu, kamu juga diharuskan menyisakan ikan yang sudah santap untuk dinikmati keesokan harinya.

Masyarakat Tionghoa percaya kalau kebiasaan ini merupakan lambang dari nilai surplus untuk tahun yang akan datang.

3.Tradisi Yu Sheng

Tradisi makan ‘Yu Sheng’ adalah tradisi yang baru-baru ini menjadi tren di masyarakat Indonesia keturunan Tionghoa.

Tradisi ini dibawa oleh para nelayan China Selatan yang hijrah ke Semenanjung Malaysia pada abad ke-19.

‘Yu Sheng’ sendiri merupakan tradisi yang dilakukan untuk menyambut tahun baru Imlek yang berhubungan dengan hidangan khusus di pergantian tahun.

Sesuai adat, menu ini wajib dihadirkan dan disantap dengan iringan doa syukur atas rezeki yang telah diberikan.

Doa pengiring ‘Yu Sheng’ bertujuan agar keluarga yang menyantap ‘Yu Sheng’ mendapat rezeki yang lebih baik di tahun yang baru.

Dalam tradisi ini makanan disajikan dalam satu piring ‘Yu Sheng’. Di piring tersebut ada beberapa makanan dingin seperti irisan ikan salmon, wortel, dan salad lain.

Lalu diberikan saus wijen, buah plum, dan sebagainya. Para anggota yang duduk di meja akan mengaduk makanan tersebut bersama dan mengangkatnya dengan sumpit setinggi-tingginya sambil mengucapkan “Lao Qi” atau “Lao Hei”

4.Petasan dan Kembang Api

Petasan dan kembang api memang identik dengan sebuah perayaan besar, terutama pada saat tahun baru.

Hal itu juga berlaku pada saat perayaan Imlek. Selain untuk memeriahkan perayaan yang berlangsung setahun sekali ini.

Menurut kepercayaan Tionghoa, membakar petasan dan kembang api tepat di hari raya Imlek wajib dilakukan.

Hal itu untuk mengusir nasib-nasib buruk di tahun sebelumnya dan mengharapkan tahun baru yang lebih bahagia dan lebih baik.

5.Pagelaran Liong dan Barongsai

Dalam kepercayaan orang China, Liong (naga) dan Barongsai merupakan lambang kebahagiaan dan kesenangan.

Tarian naga dan singa ini dipercaya merupakan pertunjukan yang dapat membawa keberuntungan serta salah satu cara mengusir roh-roh jahat yang akan mengganggu manusia.

Tidak dapat dipungkiri tradisi-tradisi diatas menjadi bagian yang tidak dapat terpisahkan ketika hari raya Imlek tiba.

Tiap tradisi memiliki nilai sejarah serta kebaikan didalamnya dan menggambarkan arti hari raya Imlek bagi masyarakat Tionghoa.

Terlepas dari tradisi apa yang paling menggambarkan perayaan hari besar Imlek ini.

Namun hal lain yang lebih penting adalah bagaimana kamu memaknainya. Happy Chinese New Year! (ara)

Related Articles

Back to top button