fbpx
Kisah Misteri

5 Tempat Paling Angker di Semarang, Apakah Kamu Pernah Mengunjunginya?

ENERGIBANGSA.ID – Kata pepatah ada dua hal yang tidak pernah habis untuk dibahas, yakni romantisme dan mistisme. Nah, di Kota Semarang ada beberapa lokasi yang dipercaya merupakan tempat mistis yang menyimpah sederet kisah misteri, menyeramkan, dan terkenal angker.

Bahkan, sejumlah orang yang tergabung dalam komunitas Semarangker, kerap mendatangi tempat itu hanya untuk sekadar menguak misteri maupun uji nyali.

Dikutip dari Solopos, Ketua Semarangker, Pamuji Yuono, mengatakan selama ini banyak tempat angker di Semarang yang kerap dikunjungi komunitasnya. Bukan untuk mengamini bahwa tempat itu angker, namun kunjungan anggota Semarangker lebih untuk menguak misteri dan memecahkan mitos yang selama ini dipercaya secara turun menurun.

“Tujuan Semarangker itu bukan untuk mempercayai mitos. Kita justru tertantang untuk memecahkan mitos dan misteri yang selama ini dipercaya masyarakat. Kita ingin membuktikan bahwa semua itu bergantung pada iman yang kita miliki,” ujar Pamuji

Penasaran tempat mana saja yang dipercaya sebagai tempat angker di Kota Semarang? Simak daftarnya.

HOTEL SKY GARDEN GOMBEL

Menurut Pamuji salah satu lokasi paling angker di Gombel terletak di kawasan Hotel Sky Garden. Hotel yang mangkrak sejak 1982 atau 37 tahun silam itu dipercaya menjadi sarang tempat makhluk halus, mulai dari Wewe Gombel, Kuntilanak, hingga pocong.

“Di Gombel berbagai sudut tempatnya memang angker. Di situ kan jadi salah satu titik paling horor di Indonesia. Kalau menurut saya, angkernya sih karena bangunan tua dan sudah lama tidak terawat,” ujar Pamuji.

LAWANG SEWU

Tempat lain di Semarang yang dipercaya horor tak lain adalah Museum Lawang Sewu. Menurut Pamuji, lokasi paling seram di Lawang Sewu berada di ruang bawah tanah atau lantai basement.

Tempat itu dipercaya angker karena bekas ruang tahanan pada masa penjajahan Belanda. Letaknya yang gelap, pengap, dan di ruang bawah tanah yang sempit, dipercaya banyak memakan ratusan korban dari kalangan tahanan.

“Karena lokasinya kan pengap, gelap, dan jarang disentuh manusia jadi dipercaya dihuni makhluk halus. Tapi, enggak tahu sekarang. Katanya setelah direnovasi jadi bagus. Yang seram ganti tiket masuknya,” kelakar Pamuji.

WATU KUNTI

Di dalam Hutan Tinjomoyo, ungkapnya juga terdapat tempat yang konon sangat angker. Pamuji bilang tempat itu bernama Waru Kunti. Letaknya yang berada jauh dari keramaian, membuat Watu Kunti sering dipakai untuk tempat pemujaan bagi segelintir warga.

“Kita pernah gelar tur umum ke sana. Dulunya Watu Kunti itu dipakai untuk pemujaan warga yang ingin naik pangkat, mencari pelarisan, jodoh, dan lain-lain. Tapi, Semarangker selalu tertantang untuk melawan mitos yang berkembang di masyarakat selama tidak melanggar norma agama,” bebernya.

Watu Kunti, lanjut Pamuji, berwujud batu besar. Lokasinya berada di dalam Hutan Tinjomoyo. Orang-orang yang percaya, Watu Kunti dihuni makhluk halus berwujud kuntilanak.

VILLA SINGONTORO

Berbentuk sebuah bangunan kuno zaman kolonial, Villa Singontoro terletak di kawasan Tanah Putih, Kecamatan Candisari.

Villa Singontoro merupakan rumah tua yang sudah lama tidak berpenghuni. Menurut Pamuji, saking seramnya, Villa Singontoro pernah dijadikan lokasi uji nyali sebuah acara televisi swasta.

“Konon rumah itu juga sering didatangi orang untuk mencari pesugihan. Tapi, menurut saya, rumah itu seram karena memang sejak lama tidak dihuni,” ujarnya.

MARABUNTA

Yang mencolok dari Marabunta adalah ada dua semut merah raksasa yang menjadi simbol gedung bersejarah ini. Marabunta merupakan semut jenis carnivore yang terkenal akan kebuasannya. Semut ini nggak punya rumah dan hidup berpindah-pindah.

Mereka buas seperti piranha dan tidak takut terhadap binatang buas. Marabunta berburu mangsa dengan mengandalkan jejak bau. Hingga kini, nggak ada yang tahu mengenai korelasi semut Marabunta dengan gedung ini.

Namun, yang diketahui oleh orang-orang adalah Marabunya dulunya sering dijadikan tempat pertunjukan sandiwara ketika zaman penjajahan Belanda juga kafe.

Kini Marabunta dijadikan sebagai gedung resepsi pernikahan. Menurut cerita warga sekitar, mereka sering merasakan hal aneh di sekitar Marabunta. Cerita yang sering beredar adalah penampakan wanita Belanda yang menari-nari di dalam gedung seperti sedang main drama.

Terlepas benar tidaknya kabar di atas, kita tidak pernah tahu sampai berani mencobanya. Tertarik untuk merasakan atsmosfernya? silahkan visit Semarang dan rasakan sensasinya.

Related Articles

Back to top button