fbpx
Kesehatan

5 Hal yang Menjadi Penyebab Perempuan Susah Hamil, Apa Saja?

SEMARANG, energibangsa.id — Kehadiran buah hati memang menjadi hal yang sangat ditunggu oleh para pasangan Suami Istri. Akan tetapi, ada pula yang telah menikah bertahun-tahun tetapi masih belum mendapatkan momongan. Apa sebenarnya penyebab perempuan susah hamil?

Dr. Caroline Tirtajasa SpOG(K) selaku Dokter spesialis kebidanan dan kandungan konsultan, sub spesialis kesuburan dan hormon reproduksi dari Rumah Sakit Omni Pulomas, dalam talkshownya bertajuk “Metode Terapi Kesuburan dan Efektivitasnya untuk Mendapat Keturunan”, pun memberikan wawasan mengenai kesuburan, simak selengkapnya!

1. Ada banyak hal yang bisa membuat pasangan sulit memiliki keturunan

Tak memiliki keturunan bisa diibaratkan seperti penyakit. Maksudnya, pasti ada suatu penyebab yang menimbulkan gangguan tersebut, dan penyebabnya itu perlu diketahui dengan memeriksakan diri, baik istri maupun suami, ke dokter.

Dikatakan oleh Dr. Caroline, ada banyak hal yang bisa menyebabkan seseorang disebut mandul. Sebagai contoh, bisa jadi saluran telur pasangan perempuan tersumbat, sehingga itu menyulitkan atau malahan menghadang sperma untuk masuk dan membuahi sang ibu. Bisa juga karena adanya kista dalam rahim.

2.  Pada dasarnya, resiko kemandulan pada perempuan dan laki-laki itu setara

Umumnya, kalau pasutri sudah bertahun-tahun menikah tetapi belum dikaruniai anak, biasanya yang jadi bahan omongan adalah pihak perempuan. Padahal, kemandulan juga bisa datang dari suami. Kata Dr. Caroline, resiko kemandulan pada laki-laki sebetulnya kurang lebih setara dengan perempuan.

“Setidaknya, angka risiko gangguan kesuburan yang dimiliki pria dan perempuan terbilang setara, yaitu sekitar 30 persen. Keduanya sama, maka dari itu tidak bisa disalahkan satu pihak saja,” Dr. Caroline menjelaskan.

Satu gangguan kesuburan paling umum yang dialami laki-laki adalah sperma yang tidak berkualitas.

3. Semakin tua seseorang, maka semakin tinggi risiko ketidaksuburan

Dalam talkshow tersebut, Dr. Caroline turut menyatakan bahwa jika sudah melewati usia 35 tahun, angka keberhasilan terjadinya kehamilan akan semakin menurun walau telah menjalani terapi kesuburan. Hal itu disebabkan oleh penumpukan masalah atau gangguan kesehatan dalam tubuh.

Data keberhasilan kehamilan di atas 35 tahun, kata Dr. Caroline, hanya mencapai 30 persen.

“Semakin tua seseorang, maka semakin banyak pula polusi yang menumpuk pada tubuhnya akibat paparan lingkungan. Selain itu, kualitas spermanya juga tidak sebaik semasa muda dulu. Ini dapat menyebabkan kehamilan yang tidak baik,” katanya.

4. Program kesuburan ditentukan lewat masalah utama penyebab kemandulan

Bila curiga mengalami masalah kesuburan, sebaiknya datanglah ke ahli kesuburan bila sudah setahun menikah tetapi kehamilan belum terjadi.

“90 persen pasutri harusnya sudah akan mendapatkan kehamilan dalam jangka waktu tersebut. Terlebih jika mereka berhubungan badan dua kali sehari. Jika dalam jangka waktu satu tahun tidak hamil, itu berarti ada apa-apa dengan mereka,” ucap Dr. Caroline.

Ada banyak terapi kesuburan yang bisa dilakukan berdasarkan masalah utama penyebab ketidaksuburan. Bila masalahnya ada pada hormon, maka terapi hormon bisa diberikan. Bila masalahnya karena ovarium yang kecil atau tidak subur, maka bisa diberikan terapi ovarium.

“Bayi tabung adalah opsi terakhir dan itupun perlu dicek terlebih dahulu kondisi kesehatannya,” Dr. Caroline mengungkapkan.

5. Mengubah gaya hidup adalah solusi paling sederhana mengatasi kemandulan

Mengingat sebagian besar kondisi ketidaksuburan datang dari gaya hidup yang tidak sehat, Dr. Caroline menyarankan para pasutri yang mendambakan anak untuk mengubah gaya hidupnya menjadi lebih sehat.

Tidak merokok, mengkonsumsi pola makan bergizi seimbang, dan olahraga secara teratur dapat meningkatkan peluang kehamilan.

“Cobalah melakukan seks sehari dua kali, khususnya saat masa subur perempuan. Masa subur ini datang 11-22 hari setelah mens hari pertama. Untuk pria, demi mendapatkan kualitas sperma yang baik, bisa mencoba meminum vitamin dan mengonsumsi makanan antioksidan. Apabila tak kunjung hamil juga, segeralah ke klinik untuk memeriksakan diri. Jangan menunggu sampai tua,” pesan Dr. Caroline.

Untuk para pasutri yang menantikan kehadiran anak, perhatikan baik-baik penjelasan dari Dr. Caroline. Jangan malu untuk berkunjung ke dokter spesialis kandungan dan kebidanan atau ahli kesuburan. Malah, bila perlu lakukan sebelum menikah. Paling tidak, bila ada masalah bisa terdeteksi dini dan mendapat penanganan yang tepat. (dhanti/EB/idntimes).

Related Articles

Back to top button