Energi Muda

5 Fakta tentang Tedy Sutendy, Kapten Muda Persijap Jepara

ENERGIBANGSA.ID – Masyarakat Jepara yang masih dalam suasana euforia kemeriahan kemenangan juara Liga 3, tidak adil jika tidak mengenal Sang Kapten Muda Laskar Kalinyamat; Tedy Sutendy yang kemarin sempat dibekap cedera.

Apalagi Tedy Sutendy merupakan didikan asli dari akademi Persijap Junior, dan dalam musim 2019 lalu ada beberapa putera Jepara yang menjadi pemain inti Persijap.

Mereka selalu mendapatkan kepercayaan dari tim pelatih. Salah satunya adalah Tedy Sutendy yang bahkan dipercaya mengemban ban kapten.

Sebagai benteng barisan belakang Persijap, Tedy mengingatkan kita dengan karakter Isdiyantono di era 2008-2010 dulu, tipikal bek sayap yang berani bertarung.

Pemain yang sempat merumput bersama Martapura FC ini akhirnya berkostum merah-merah lagi usai tim sebelumnya; Persipa Pati, gagal lolos di zona Jateng.

Saga transfer Tedy di bulan September 2019 berakhir bersama masuknya Yogi Eko penjaga gawang dan Richard Gilbert yang menandatangani kontrak sejak masuknya Sahala Saragih di Persijap.

Muda, Berprestasi, dan Rendah Hati

Sahala Saragih dalam sebuah wawancara pernah memberi kredit khusus kepada pemain jebolan Persijap Junior itu. Menurutnya, Tedy adalah pribadi yang rendah hati dan memiliki jiwa kepemimpinan.

‚ÄúTedy adalah pemain lokal berbakat, perilaku bagus bagus, semangat dalam latihan, rendah hati, dan jaga pekerja keras,” ujar Pelatih Persijap, Sahala Saragih.

Sebagai barisan belakang Persijap pemain kelahiran 3 Juni 1997 selalu mendapatkan kepercayaan dari tim pelatih, baik itu Anjar JW, Patrick Ghigani, Fabio Oliviera, hingga pelatih Persijap saat ini Sahala Saragih.

Saat ditanya, apa yang membuat dirinya layak menjadi kapten tim, padahal masih sangat muda? Tedy menunjukkan sisi rendah hatinya.

“saya juga tidak tahu, mungkin coach memiliki pertimbangan saya sebagai putra daerah, dan jam terbang bersama pelatih sebelum-sebelumnya. Intinya saya hanya menjalankan tugas saja,” paparnya merendah.,

Posisi Bek Kiri

Posisi asli pemuda asal Demaan Jepara itu adalah bek kiri, namun kepada tim energibangsa.id ia mengaku siap jika diminta untuk menggalang pertahanan sebagai full back.

“di level dunia, idola saya MArcelo, di level nasional saya mengidolakan Isnan Ali, bek kiri nasional di era timnas dulu, dia tangguh di belakang, tapi juga punya skill untuk menyerang,” ujarnya.

Selain itu alumni SMA N 1 Tahunan itu juga mengidolakan Mahrus Bahtiar, asli putra daerah Jepara yang sukses menarik minat klub-klub besar nasional.

“sebagai pemain bola, siapa yang tidak ingin bermain di klub besar? saya pun sama, tetapi untuk saat ini saya bertekad untuk membawa Laskar Kalinyamat kembali di level kompetisi tertinggi tanah air,” harapnya.

Tedy menyatakan selama manajemen Persijap masih membutuhkan jasanya, dengan kontrak yang jelas, tentu saja ia akan memprioritaskan membela klub kelahiran sendiri.

Cedera Parah

Sebuah tragedi buruk sempat menghantui Persijap saat Mengawali laga perdana pada babak 32 besar liga 3 nasional 2019, karena Tedy Sutendy dipastikan absen hingga akhir musim 2019.

Sejak babak 32 besar, Tedy Sutendy tidak bisa memperkuat Persijap karena cidera saat latihan. Cedera tulang fibula kaki kiri memaksa Pemain asal Karangbagusan Jepara ini harus mengakhiri musim lebih dini.

Pelatih Persijap, Sahala Saragih akhirnya harus memutar otak untuk menutupi pos yang ditinggalkan Tedy yang menepi karena cedera, dan menyerahkan ban kapten kepada Pian Sopian.

Putra Legenda Timnas Indonesia

Bagi publik sepkabola Jepara, haram hukumnya tidak kenal Hariyanto. Siapa yang tidak mengenal Hariyanto? Legenda Timnas era primavera dan Kiper Legenda Persijap Jepara, yang sempat juga menjadi pelatih kiper timnas di tahun 2012 bersama Nil Maizar (pelatih kepala), Fabio Olievera (asisten), dan Matias Ibo (pelatih fisik).

Almarhum Hariyanto, bahkan sempat dibuatkan Special Tribute to haryanto, oleh manajemen Persijap Jepara dengan mengadakan laga kehormatan dan persahabatan melawan Martapura FC.

Tedy Sutendy adalah putra kandung dari legenda Persijap tersebut. Maka tidak mengherankan jika kedua orang tuanya sangat mendukung karir sepakbolanya di Persijap Jepara.

Ingin membawa Persijap ke Level Tinggi

Sejak masuk klub sepakbola dari level pra-porprov hingga kini, Tedy Sutendy tercatat membela Persijap sejak 2013. Hanya dua kali ia pernah berkostum tim lain, itu pun tak genap semusim.

Itu menandakan bahwa warna merah Tedy Sutendy tak hanya di kostum saja, tapi juga di dalam hatinya.

“Saya merinding setiap mendengar nyanyian supporter Persijap di stadion, apalagi jika melihat ada foto saya bersama para supporter, hati saya ada di sini dan saya ingin membawa Persijap kembali berjaya di level tertinggi,” harapnya.

Semoga Tedy Sutendy lekas sembuh dari cedera, kembali merumput bersama skuad Persijap Jepara, mampu memberi umpan-umpan matang ala Marcelo, dan tentunya membawa Persijap Juara Liga 2. Setuju?

Related Articles

Back to top button