fbpx
Olahraga

5 Bukti Bahwa E-Sport Juga Termasuk Olahraga, Begini Aktivitas Mereka

Energibangsa.id – Di era digital seperti sekarang, istilah e-sport semakin menggema di belantika dunia olahraga tanah air.

Bahkan dalam Asian Games pun e-sport sebagai salah satu cabang olahraga yang mulai coba ditandingkan.

Ya, secara internasional, Asian Games di Indonesia itu adalah kali pertama bagi Asian Games untuk menyelenggarakan electronic sports tersebut.

Namun pertanyaan yang sering muncul di masyarakat adalah “kok bisa main game online, pegang joystick aja kok masuk kategori olahraga?”

Untuk menjawab hal itu, berikut adalah beberapa fakta bahwa e-sport memang layak disebut cabang olahraga, karena memang mengandalkan fisik.

1. Butuh Skill motorik yang luar biasa

Mereka yang mengikuti e-sport khususnya yang menggunakan PC ternyata memiliki kemampuan bergerak yang sangat mencengangkan ketika dibandingkan dengan orang biasa.

Para atlet e-sport mampu melakukan gerakan di keyboard dan mouse hingga 400 gerakan untuk tiap menitnya. Gerakan itu asimetris di mana kedua tangan memiliki gerakan yang berbeda di saat yang bersamaan di mana itu berarti otak juga bekerja sangat keras.

2. Denyut nadi setara atlet maraton

5 Fakta Bahwa E-Sport Memang Tergolong Olahraga, Ini Aktivitas Mereka

Memang para atlet e-sport tampak seperti orang malas yang hanya terduduk di depan layar kaca komputer. Akan tetapi menurut sebuah hasil penelitian kegiatan tersebut ternyata lebih kompleks dari yang dibayangkan.

Mereka yang bermain strategy game memiliki denyut nadi hingga 160 sampai 180 denyutan dalam satu menit. Hal itu setara dengan orang-orang yang berlari sangat cepat layaknya maraton.

3. Butuh latihan untuk masalah posisi tubuh

Terdapat fakta menarik bahwa rata-rata atlet e-sport ternyata memiliki bentuk tubuh yang kurang sehat lantaran bermain game dalam posisi yang tidak baik ketika pertama kali.

Padahal hal tersebut sangat mempengaruhi kinerja mereka dalam bermain. Oleh karena itu, mereka dilatih untuk posisi tubuh, khususnya bagian bahu dan leher.

4. Harus kontrol gizi dan nutrisi

Nutrisi para atlet e-sport ternyata juga turut diperhatikan lantaran mereka duduk berjam-jam di depan layar untuk latihan. Mereka yang menjadi pemenang ternyata memiliki diet sehat yang setara dengan atlet olahraga lain.

Malahan mereka mendapatkan nutrisi tambahan dari ginseng untuk meningkatkan sirkulasi otak. Namun demikian, kondisi ini ternyata masih disadari oleh sebagian besar atlet e-sport.

5. Memiliki batas umur

Sadar tidak sadar, ternyata para atlet e-sport juga seperti atlet sepakbola yang memiliki batas umur. Menurut para atlet, batas umur kondisi fit untuk seorang atlet e-sport adalah pertengahan 20. Itu dikarenakan refleks mereka sudah mulai menurun dan kompetitor muda memasuki masa terbaiknya.

Namun demikian, bukan berarti mereka tidak bisa memperpanjang karir mereka. Rene Pinkera, atlet World of Warcraft, mampu memperpanjang umur karirnya hingga lima tahun. Itu berarti di masa akhir 20 tahun, dia sudah harus bersiap melepaskan profesinya tersebut.

Menarik bukan tentang e-sport ini? Sejujurnya pertanyaan tentang e-sport itu sama dengan pertanyaan yang dilontarkan kepada atlet catur dan juga bridge, “Memangnya dari mananya kegiatan itu bisa dianggap olahraga?”

Nah, sekarang sudah tidak ada lagi kan pertanyaan yang menentang e-sport tidak bisa dianggap sebagai ajang olahraga? (*)

Related Articles

Back to top button