fbpx
Gaya Hidup

5 Alternatif Pembalut Sekali Pakai Ramah Lingkungan

ENERGIBANGSA.ID – Salah satu siklus bulanan yang selalu dialami oleh perempuan adalah menstruasi.

Menstruasi sendiri dapat terjadi saat lapisan dinding rahim (endometrium) yang menebal luruh karena tidak adanya proses pembuahan sel telur.

Oleh sebab itu, diciptakan wadah khusus yang berfungsi sebagai tempat penyerapan darah saat keluar dari dinding vagina.

Biasanya wadah ini kita sebut sebagai pembalut. Dahulu, bentuk pembalut masih sangat besar dan tebal.

Tapi sekarang, banyak sekali perusahaan yang memproduksi pembalut wanita dengan berbagai inovasi baru yang bertujuan memberikan kenyamanan ekstra pemakainya.

Akantetapi, inovasi tersebut tidak diimbangi dengan pertimbangan dampaknya terhadap lingkungan.

Bayangkan saja, dalam sehari satu orang dapat memakai 3-5 pembalut sekali pakai.

Apabila dikalikan 7 hari, maka total per orang bisa membuang sebanyak 35 limbah pembalut.

Bila dalam satu keluarga beranggota ayah, ibu, dan empat anak putri, itu artinya dalam sebulan bisa menghasilkan limbah sebanyak 175 buah pembalut.

Hitungan ini masih satu keluarga, bagaimana jika satu dalam satu kota?

Hal mengejutkan lainnya, pembalut sekali pakai baru dapat terurai maksimal dalam waktu 200-800 tahun melebihi waktu terurai botol plastik yang membutuhkan waktu 70-450 tahun.

Yuk, mulai sekarang kita berkontribusi untuk bumi dengan meninggalkan pola kebiasaan kita memakai alternatif pembalut sekali pakai dengan alternatif di bawah ini.

1. Reuseable Pads

5 Alternatif Pembalut Sekali Pakai Ramah Lingkungan
Ilustrasi reusable pads / heygirls.co.uk

Reusable pads atau pembalut kain digunakan untuk menampung cairan menstruasi yang dapat dicuci kembali setelah pemakaiannya.

Di samping itu, penggunaannya juga hampir mirip seperti saat menggunakan pembalut sekali pakai.

Jadi, tetap bisa memberikan rasa nyaman saat menggunakannya.

2. Period Panties

5 Alternatif Pembalut Sekali Pakai Ramah Lingkungan
Ilustrasi period panties / aliexpress

Periode panties atau celana dalam menstruasi yang sangat praktis untuk digunakan.

Tampilan periode panties hampir tidak bisa dibedakan secara sekilas dengan celana dalam pada umumnya.

Tetapi jika diperhatikan, bagian dalamnya akan terlihat seperti jahitan yang menyerupai pembalut.

Penggunaan dan cara membersihkannya pun seperti layaknya pakaian dalam biasa.

3. Menstrual Sponge

5 Alternatif Pembalut Sekali Pakai Ramah Lingkungan
Ilustrasi menstrual sponge / 123rf.com

Menstrual sponge atau spons menstruasi diibaratkan sebagai spons laut yang merupakan organisme hidup yang menempel pada permukaan bawah air dan terus menyaring air laut untuk mendukung fungsi organiknya.

Beberapa perusahaan memasarkan spons laut sebagai alternatif alami yang fungsinya mirip seperti tampon.

Cara membersihkannya juga sama, tinggal dibilas dan digunakan kembali selama enam sampai dua belas bulan ke depan.

4. Menstrual Cup

5 Alternatif Pembalut Sekali Pakai Ramah Lingkungan
Ilustrasi menstrual cup / dreamers.id

Menstrual cup merupakan produk pengganti pembalut yang berbentuk corong dan terbuat dari karet atau silikon.

Berbeda dengan pads, menstrual cup hanya berfungsi menampung darah menstruasi, bukan menyerapnya.

Meski begitu, saat ini menstrual cup cukup digemari kalangan remaja.

5. Menstrual Disc

5 Alternatif Pembalut Sekali Pakai Ramah Lingkungan
Ilustrasi menstrual disc / theperiodlady.co.uk

Menstrual disc sejenis dengan menstrual cup yang berfungsi menampung darah menstruasi tanpa menggunakan pembalut lagi.

Sehingga lebih sehat, nyaman, dan dapat mengurangi sampah pembalut.

Perbedaan dengan menstrual cup adalah, menstrual disc diletakkan di bawah serviks, sehingga dapat digunakan saat period seks.

Kelebihan lain adalah dapat menampung lebih banyak dan lebih mudah digunakan dari pada menstrual cup. Menstrual disc juga dapat dicoba sebagai pembantu kehamilan atau KB.

Kalau dihitung, dengan memakai pembalut alternatif ini bisa menghemat pengeluaran dalam setahun yang jumlahnya lumayan, loh.

Bagaimana? Tertarik untuk mencoba?

Related Articles

Back to top button