Ekonomi & BisnisKabar IndonesiaNasional

Bantah Isu Bangkrut, Ini Klarifikasi PT Pos Indonesia

ENERGIBANGSA.ID – Beberapa waktu belakangan tersiar kabar bahwa salah satu perusahaan negara yang bernaung dalam Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yaitu PT Pos Indonesia mengalami krisis keuangan dan akan bangkrut.

Dalam kabar itu disebutkan juga PT Pos Indonesia  mengalami kesulitan dalam membayar gaji karyawan nya sehingga harus meminjam dana dari bank untuk membayar tanggungan tersebut.

Terkait hal tersebut, PT Pos Indonesia memberi pernyataan sikap dengan membantah kabar yang menyebutkan bahwa perusahaan layanan pos dan logistik itu sedang mengalami krisis keuangan dan akan bangkrut.

“Pemberitaan media massa bahwa saat ini Pos pailit, meminjam dana dari bank untuk membayar gaji karyawan, itu tidaklah benar,” terang Gilarsi Wahyu Setijono selaku Direktur Utama Pos Indonesia dalam siaran pers di Jakarta, Senin (22/7).

Gilarsi pun memberikan klarifikasi atas pernyataan anggota Dewan Perwakilan Rakyat RI (DPR RI) Fraksi Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan, Rieke Dyah Pitaloka, yang meminta perlunya perhatian pemerintah terhadap kondisi Pos Indonesia sehingga memunculkan pemberitaan tersebut di media daring nasional.

“Kami mengapresiasi apa yang disampaikan oleh Ibu Rieke Dyah Pitaloka, sebagai wujud pembelaanya kepada Pos Indonesia. Karena memang diperlukan keterlibatan pemerintah untuk melakukan proses penyehatan Pos Indonesia yang sudah lama tertunda,” jelasnya seperti dikutip energibangsa.id dari Republika.co.id

Namun, ia melanjutkan, dalam beberapa poin pemberitaan media itu tidak benar, seperti meminjam bank untuk membayar gaji karyawan.

 “Benar perusahaan perlu modal kerja untuk mendanai operasi, mendanai tagihan dan modal kerja itu dipinjam dari bank, namun tidak untuk tujuan membayar gaji karyawan sebagaimana yang diberitakan,” tandasnya.

PT Pos Indonesia pun menggarisbawahi bahwa tidak ada bank yang mau memberi pinjaman untuk tujuan bayar gaji.

Gilarsi kemudian menjelaskan bahwa perputaran uang di Pos Indonesia per bulan rata-rata sekitar Rp 20 triliun (karena pos punya jasa keuangan).

Bahkan perusahaan layanan pos dan logistik ini juga mendapat rating A- dari lembaga pemeringkat nasional terkemuka Pefindo.

Menurut Gilarsi, perusahaan sedang berupaya dan berjuang dalam menghadapi disrupsi yang dinilai tidak unik dan wajar saja.

Untuk menjawab disrupsi yang tengah terjadi beberapa waktu terkahir ini, PT Pos Indonesia sedang melakukan transformasi bisnis meliputi semua aspek bisnis, sumber daya manusia, penguatan anak usaha, pengembangan produk baru dan lainnya.

“Ini jelas pendiskreditan tanpa data,” ujarnya membantah pernyataan yang menyebutkan PT. Pos Indonesia bangkrut atau pailit.

Gilarsi meminta semua pihak untuk memperhatikan fakta bahwa kondisi perusahaan Pos Indonesia tidak ada masalah.

PT Pos Indonesia memiliki rating korprasi A-, rating surat utang jangka menengah A-, hutang lancer, hak karyawan tidak tertunda, dan juga kenaikan gaji untuk penyesuaian biaya hidup terus diterapkan.

Kemudian, merujuk dari informasi yang dihimpun tim energibangsa.id, semua aset dalam kendali penuh dan tidak ada yang diagunkan, pendapatan yang bersumber dari APBN, PSO, fee distribusi materi, fee penerimaan setoran pajak, jasa kurir surat dinas mencapai rata-rata sekitar Rp 800 miliar per tahun.

Sementara di sisi lain, Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memastikan sampai saat ini perusahaan plat merah PT Pos Indonesia sebagai BUMN yang sehat dan melakukan transformasi meliputi semua aspek baik bisnis, anak usaha, SDM dan keuangan.

Fajar Harry Sampurno selaku Deputi Bidang Pertambangan, Industri Strategis, dan Media Kementerian BUMN mengemukakan, Kementerian BUMN terus mendorong upaya-upaya yang dilakukan PT Pos Indonesia dalam mentransformasikan usahanya mengikuti perubahan lingkungan usaha yang cepat.

Kementerian BUMN pun juga mengawasi dengan seksama perkembangan PT Pos Indonesia agar tetap berkarya dan menjalankan fungsinya.

“Kami memastikan bahwa Pos Indonesia masih terus berkarya, hak-hak karyawan dipenuhi,”tutur Fajar.

Ia mengungkapkan Pos Indonesia merupakan perusahaan yang sehat dan melakukan transformasi untuk menjadi BUMN yang lebih kuat dan terus melayani masyarakat hingga ke seluruh pelosok Tanah Air.

Related Articles

Back to top button