fbpx
Gaya Hidup

4 Tips Mempersiapkan Uang Angpau Imlek di Masa Pandemi

ENERGIBANGSA.ID—Warga keturunan Tionghoa sebentar lagi akan merayakan tahun baru Imlek pada 12 Februari 2021 mendatang.

Biasanya, tradisi mereka yang sudah menikah akan membagikan angpau kepada anggota keluarga yang belum menikah maupun yang dituakan.

Uang angpau ini perlu disiapkan dengan matang. Dalam hal ini, warga Tionghoa perlu memiliki alokasi khusus agar kantong tidak jebol saat perayaan Imlek.

Apalagi ekonomi saat ini sedang sulit-sulitnya akibat pandemi covid-19.

Oleh karena itu, masyarakat harus hati-hati dalam menggunakan dananya.

Jangan sampai, dompet menjadi kering ketika ekonomi sedang ‘sakit’ seperti sekarang.

Lalu, bagaimana cara mengalokasikan uang angpau agar keuangan tetap sehat untuk jangka panjang?

Dilansir dari CNNIndonesia, berikut tips untuk mempersiapkan uang ampau.

1. Surplus dari Gaji Bulan Lalu

Perencana Keuangan OneShildt Financial Planning Lusiana Darmawan menjelaskan masyarakat bisa menggunakan sisa gaji atau surplus pemasukan dari bulan sebelumnya untuk membagi-bagikan angpau ke keluarga.

Misalnya, A menerima gaji Rp5 juta per bulannya dan masih ada sisa sekitar Rp2 juta.

Maka, uang sebesar Rp2 juta itu bisa digunakan untuk angpau.

Hal ini bisa dilakukan bagi masyarakat yang belum menyiapkan uang angpau dari 11 bulan sebelumnya.

Kalian harus memastikan apakah ada kebutuhan lain yang lebih penting dalam waktu dekat.

Jika ada, maka sebaiknya sisa gaji digunakan untuk memenuhi kebutuhan itu terlebih dahulu.

2. Bonus Tahunan dan THR

Sebenarnya, masyarakat bisa mengalokasikan dana untuk angpau dari jauh-jauh hari.

Misalnya, menyisihkan dana dari bonus yang biasanya diberikan perusahaan pada penghujung tahun.

Masyarakat juga bisa menyisihkan dana dari tunjangan hari raya (THR). Biasanya, THR dibagikan saat Hari Raya Idul Fitri atau Natal.

Dengan cara itu, maka masyarakat tak akan pusing untuk mengalokasikan dana jelang perayaan Imlek.

Selain itu, masyarakat juga tak perlu menggunakan gaji mereka untuk angpau.

Namun, tetap memprioritaskan hal-hal yang lebih penting dalam menggunakan bonus tahunan atau THR. Salah satunya adalah dana darurat.

3. Pemasukan dari Usaha Sampingan

Perencana Keuangan dari Finansia Consulting Eko Endarto menyatakan ada opsi lain yang bisa digunakan untuk membagi-bagikan angpau.

Bagi masyarakat yang punya usaha sampingan, mereka bisa memanfaatkan sebagian keuntungan dari usahanya untuk angpau.

“Jadi bukan dari gaji, tapi dari keuntungan usaha sampingan untuk angpau,” ujar Eko.

Saat ini, banyak masyarakat yang mulai membuka usaha sampingan secara daring (online).

Hal ini seiring banyaknya karyawan yang bekerja dari rumah (work from home/WFH), sehingga memiliki lebih banyak waktu untuk menjalankan usaha sampingan.

4. Dana Darurat

Di sisi lain, masyarakat juga bisa menggunakan sebagian dana darurat untuk membagi-bagikan angpau. Namun, jumlahnya harus benar-benar dihitung secara ketat.

Dana darurat bisa digunakan untuk uang angpau namun harus diganti. Dengan kata lain, sifatnya seperti utang ke diri sendiri.

Konsekuensinya bulan depannya harus diisi lagi, seperti kita membayar utang. (Nicola/EB)

Related Articles

Back to top button