Review

4 Pesan Penting Drama Korea It’s Okay To Not Be Okay, Bagi Parenting

ENERGIBANGSA.ID – Serial Drama Korea It’s Okay to Not Be Okay yang dibintangi oleh Kim Soo-hyun, Seo Ye-ji, Oh Jung-se, dan Park Gyu-young menjadi tontonan baru pecinta Drakor dunia.

Drama ini menceritakan tentang proses penyembuhan luka emosional dan psikologis antara dua orang dengan kepribadian yang saling bertolak belakang. Drama yang mengangkat tema human healing ini menjadi momen kembalinya Kim Soo Hyun.

Serial yang tayang di tvN ini sudah memasuki episode keenam sejak penayangan perdananya pada 20 Juni lalu. Dalam setiap episode penggemar drakor akan disuguhkan bagaimana para tokohnya berjuang untuk pulih dari trauma akibat pola asuh orangtua.

Berikut 4 pesan penting bagi orangtua dalam drama korea It’s Okay to Not Be Okay yang wajib diketahui para parents.

  1. Menuntut anak memenuhi semua ekspektasi orangtua
Kwak Do Yeon berperan sebagai Kwon Gi Do

Drama berlatarkan rumah sakit jiwa ini membuat kita sebagai penonton melihat berbagai jenis gangguan mental dan serta penyebab terjadinya. Salah satunya adalah gangguan mental yang di alami oleh Kwon Gi Do.

Kwon Gi Do menderita gangguan maniak yang membuatnya suka memamerkan tubuh telanjangnya di depan orang lain, gangguan ini diakibatkan karena kurangnya perhatian orangtua.

Mempunyai orangtua politikus dan saudara yang sangat cerdas, membuat Kwon Gi Do yang prestasinya biasa-biasa saja dikucilkan. Ia dianggap tidak bisa memenuhi ekspektasi orangtua sehingga keberadaannya sebagai anak bungsu politikus ternama disembunyikan dari dunia karena dianggap sebagai aib keluarga.

2. Membebani anak dengan tanggung jawab besar sejak dini

Memiliki kakak yang mengidap autisme membuat Moon Gang Tae harus bersikap dewasa sejak ia masih anak-anak, harus melindungi sang kakak dari bullying sejak masih sekolah. Bila ia gagal mengemban tugas itu, ia akan di pukul sang ibu ketika sampai rumah.

Hal ini membuatnya tak bisa menikmati masa kecilnya seperti anak lain, karena harus menjaga kakaknya bahkan sampai ia dewasa.

3. Mengabaikan kebutuhan anak akan kasih sayang orangtua

Kedua tokoh utama dalam ini Moon Gang Tae (Kim Soo Hyun) dan Ko Moon Young (Seo Ye Ji) memiliki masa lalu yang hampir serupa. Trauma masa kecil yang membuat luka keduanya dan berbekas hingga dewasa.

Ko Moon Young menjadi sosok anti sosial, dan cenderung berlaku sadis. Hal ini karena ia menyaksikan sang ibu meninggal dunia saat kecil dan ia pun harus menerima kenyataan bahwa ayahnya menjadi gila dan pernah ingin membunuh Koo moon Young dengan cara mencekiknya.

Pengalaman kelam masa lalu yang terus tertanam di alam bawah sadarnya, membuatnya menulis cerita anak dengan bertema ”dark” sebagai penggambaran semua masalah yang dialami antara anak dan orangtua.

Sementara Moon Gang Tae sendiri, ia diabaikan oleh ibunya yang lebih perhatian pada sang kakak. Tidak hanya diabaikan, bahkan ia tidak disayang oleh ibu kandungnya sendiri.

Kesamaan inilah yang membuat keduanya menjadi dekat, karena mereka memiliki masa kecil yang kelam dan tidak mendapatkan kasih sayang orangtua.

4. Salah pola asuh bisa membuat anak mengalami gangguan mental

Ko Moon Young dan Kwon Gi Do, merupakan contoh bagaimana seorang anak bisa mengalami ganguan mental saat ia mendapatkan pola asuh yang tonic dari kedua orangtuanya.

Dengan menonton drama ini, sebagai orangtua sobat energi diharapkan bisa berkaca dan melihat apakah pola asuh yang selama ini telah diterapkan sudah benar atau malah akan memunculkan luka batin terhadap kesehatan mental sang anak?

Related Articles

Back to top button