Otomotif

4 Kebiasaan yang Bisa Bikin Mobil Matic Cepat Rusak

ENERGIBANGSA.ID ─ Menggunakan mobil matic memang lebih mudah secara operasionalnya.Sederhananya, tinggal gas mobil langsung jalan.

Kelebihan mobil matic lainnya, yakni tidak memiliki kopling serta kaki kiri kita bisa diistirahatkan dan tidak mudah lelah.

Kabar baiknya lagi, transmisi mobil matic dipercaya memiliki usia pakai yang relatif lebih panjang.

Rata-rata pemakaian normal mobil matic bisaampai 300 ribu kilometer atau 5 sampai 7 tahun.

Tentu, untuk bisa bertahan lama kita harus menghindari hal yang bisa merusaknya.

Yuk, kita simak apa kebiasaan yang bisa merusak mobil matic.

1. Gaya Berkendara

Foto : Naijauto

Setiap orang memiliki gaya berkendara yang berbeda-beda.

Gaya berkendara yang cenderung agresif sebaiknya patut dihindari, misalnya sering deselerasi atau akselerasi mobil matic secara mendadak seperti rem mendadak.

Saat proses mengerem, jika tekanan rem dari kaki kurang maka akan dibantu oleh brake engine.

Apabila sering dilakukan bisa memperpendek usia transmisi mobil matik.

2. Cara Derek Mobil yang Salah

Foto : Masuksini

Mobil dengan transmisi matic bukan berarti terhindar dari potensi mogok.

Pemilik mobil perlu menaruh perhatian ketika hendak memindahkan atau mobilnya yang sedang mogok.

Bila harus di-towing sebaiknya yang jenis angkat, bila menggunakan metode ditarik setidaknya roda yang jadi penggeraknya itu dalam posisi terangkat.

Misalnya mobil matic penggerak depan, artinya ban depan yang harus diangkat.

Ini dimaksudkan untuk menghindari terjadinya gesekan antar komponen di dalam transmisi yang dapat menyebabkan komponen menjadi aus dalam kondisi mesin mati.

3. Perawatan Transmisi

Foto : infosurabaya

Penggunaannya yang relatif mudah membuat pemilik mobil sering mengabaikan perawatan pada sistem transmisi matic.

Sebaiknya ganti oli transmisi mobil matic setiap dua tahun. Bila lebih dari itu bisa menyebabkan sludge atau lumpur oli.

Fungsi oli sendiri sebagai lapisan film, pendingin, dan pembersih mobil. Jadi, apabila penggantian oli transmisi terlambat ketiga fungsi akan tersumbat, terganjal, dan rusak.

4. Jarang Cek Rutin Mandiri

Foto : rajatransit

Tips terakhir pemilik mobil matic harus rutin memeriksa bagian mesin atau transmisi apakah terdapat kebocoran atau rembes dari oli.

Sebab, apabila terjadi rembes atau kebocoran oli dan pemilik membiarkannya akan menyebabkan volume oli tidak sesuai dengan kapasitas yang disarankan pabrikan.

Efeknya, komponen transmisi jadi tidak dapat terlumasi secara sempurna dan tentu saja usia transmisi mobil matic lebih singkat.

Related Articles

Back to top button