fbpx
Gaya Hidup

3 Tradisi Adu Hewan di Indonesia: sebagai Hiburan Rakyat hingga Rayakan Panen

ENERGIBANGSA.ID – Budaya Indonesia terdiri dari beragam tradisi yang sangat unik. Tradisi yang ada di Indonesia tak hanya melibatkan manusia. Namun tak jarang pula melibatkan hewan sebagai pemeran utamanya.

Kali ini, energibangsa.id merangkum tiga tradisi adu hewan yang diambil dari berbagai sumber:

1.Adu bagong

Adu bagong merupakan tradisi yang populer di Jawa Barat. Tradisi ini melibatkan anjing jenis Pitbull yang dipertarungkan dengan seekor babi hutan.

Pertarungan hewan anjing dan babi itu pun menjadi tontonan warga dari luar pagar bambu.

Tradisi adu Bagong itu sudah berlangsung sejak 1960. Tradisi berlangsung sebagai hiburan rakyat, juga sebagai cara menekan populasi babi hutan yang kerap menjadi hama bagi petani dan peternak.

Selain itu, pertarungan ini juga menjadi lahan bisnis. Sebab, harga anjing berjenis Pitbull akan langsung melonjak tinggi bila berhasil membunuh babi hutan.

Penyelenggara tradisi ini kerap meminta aparat kepolisian untuk mengawal jalannya tradisi adu Bagong. Hal ini karena antusias masyarakat yang tinggi.

Meski demikian, tradisi ini juga mendapat kecaman dari aktivis pencinta binatang. Mereka menilainya sebagai tindakan sangat kejam terhadap hewan.

2.Karapan sapi

Tradisi karapan sapi ini populer di Madura, Jawa Timur. Sang ‘joki’ akan mengajak sepasang sapi berlari kencang bersamaan dengan kereta pacuan yang terbuat dari kayu.

Pacuan karapan sapi ini dilombakan mulai dari trek 100 meter hingga trek-trek lainnya. Tradisi ini bermula dari tanah Madura yang kurang subur sebagai lahan pertanian.

Alhasil, para petani itu beralih profesi sebagai nelayan dan beternak sapi yang khusus untuk membajak sawah.

Karapan sapi diadakan dengan tujuan memperoleh sapi-sapi yang kuat untuk membajak sawah. Sehingga tradisi ini muncul dan menjadi agenda rutin dan menjadi pesta rakyat.

Sebelum bertanding pasangan sapi akan diarak mengelilingi arena pacuan dan diiringi musik saron.

3.Barapan kebo

Jika Madura punya karapan sapi, masyarakat Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB) punya barapan kebo. Aksi ini menggunakan hewan kerbau dalam menyelenggarakan tradisinya itu.

Tradisi yang juga merupakan pesta rakyat ini diselenggarakan sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa karena tibanya masa tanam.

Barapan kebo dilaksanakan di arena persawahan yang sudah diairi. Hal ini, agar saat kerbau dipacu untuk berlari bisa sekaligus menggemburkan tanah dengan menggunakan sepasang kerbau.

Sang joki juga mengendalikan kerbau dengan cara berdiri di atas kareng atau semacam kayu yang berbentuk menyerupai huruf A sambil memegang tali kekang.

Adu kecepatan antara kerbau yang bertanding akan menjadi tontonan dan hiburan masyarakat Sumbawa.

Pasangan kerbau yang menang dalam pacuan harganya akan melonjak tinggi. Tradisi ini juga sudah banyak mengundang wisatawan baik lokal hingga turis asing. (Nicola/EB)

Related Articles

Back to top button