fbpx
Review

3 Hal Luar Biasa dari Sosok Aktivis HAM, Munir

ENERGIBANGSA.ID (Semarang) — Munir Said Thalib sangat familiar dikalangan aktivis Hak Asasi Manusia (HAM). Selalu menjadi garda terdepan menyampaikan ketidakadilan kepada penguasaa. Kritik terhadap kekuasaan adalah bentuk pembelaan terhadap kaum tertindas.

munir
Aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) Munir Saidd Thalib (Sumber: wikipedia)

Kiprah aktivisme Munir semasa hidupnya berupa advokasi dan investigasi terhadap kasus yang menimpa buruh Marsinah. Pria kelahiran, 1965 itu sering dikatakan menjadi pahlawan sekaligus ancaman secara bersamaan.

Baca Juga : Prof Quraish Shihab: Ilmu Harus Dipadu dengan Proses Pemahaman!

Keberanian Munir untuk menyuarakan suara-suara minor dari pelosok negeri  merupakan hal luar biasa. Yuk, simak fakta keberanian suami Suciwati itu!

1.Pujian Gus Dur. Mantan Presiden ke-4 Republik Indonesia, Abdurrahman Wahid atau akrab disapa Gus Dur. Baginya, Munir menjadi pejuang hak asasi manusia yang tak tergoda dengan kemewahan hidup.

“Saya ikut bela sungkawa. Terus terang, Munir merupakan pejuang HAM.  Dia yag paling terkemukadan tak tergoda kemewahan hidup dan sebagainya. Teman-temannya yang lain sudah pada mewah, dia tidak. Ia hanya melakukan perbuatan berupa menolong orang,” kata Gus Dur usai meresmikan The Wahid Institue, Selasa (7/9/2004) sebagaimana di lansir NU Online.

2.Diganjar Berbagai Penghargaan. Munir Said Thalib diganjar penghargaan baik dalam maupun luar negeri. Atas keberaniannya membela hak-hak manusia yang terpinggirkan. Suami Suciwati itu dihadiahi  “Man of The Year” (1998) versi Majalah Ummah, Penghargaan Pin Emas sebagai Lulusan Unibraw dan Satu dari 100 Tokoh Indonesia Abad XXversi Majalah Forum Keadilan.

Di luar negeri, dirinya mendapat penghargaan “Righr Livelihood Award” (Alternative Nobel Prizes) untuk promosi HAM dan kontrol sipil atas militer, dinobatkan menjadi As Leader for the Millennium dari Asia Week di tahun 2000, dan An Honourable Mention of the 2000 UNESCO Madanjeet Singh Prize.

3.Hari Pembela Hak Asasi Manusia. Kematian Munir Said Thalib (Cak Munir) mengakibatkan banyak orang merasa kehilangan.

“Peran Cak Munir dalam kampanye perlindungan pembela HAM sangat besar, dan cak salah satu pioner dalam pembelaan para pembela HAM di Indonesia,” kata Anam seperti dilansir RepublikaOnline

Untuk mengenang 7 September, kata Choirul Anam, sudah selayaknya dimahfumi sebagai Hari Perlindungan Para Pembela HAM Indonesia. Pentingnya 7 September sebagai Hari Perlindungan Para Pembela HAM, kata dia, bukan hanya untuk mengenang Cak Munir.

Sekilas sepak terjang luar biasa seorang Munir. Pembela hak kaum yang terpinggirkan dan lantang menyuarakan kebenaran. Bagaimana menurutmu? (fadli/EB).

Related Articles

Back to top button