fbpx
Nasional

3 Alasan PAN ‘Tolak’ Gabung Konvensi Capres Partai NasDem

SEMARANG, energibangsa.id—Tempo, Jumat (26/2/2021) menyebut Partai Amanat Nasional (PAN) menyatakan tak akan mengikuti konvensi calon presiden (Capres) yang akan digelar partai NasDem.

Menurut Wakil Ketua Umum PAN Viva Yoga Mauladi terdapat 3 alasan partainya menolak ajakan Partai NasDem membentuk konvensi.

1.PAN memiliki mekanisme sendiri dalam penjaringan capres

“Pertama, PAN sudah memiliki mekanisme partai dalam menjaring dan menetapkan calon presiden yang akan diusung di pemilu presiden,” kata Viva, Jumat, 26 Februari 2021.

Ia mengatakan calon presiden yang akan diusung PAN bakal diputuskan dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PAN.

2.Fokus konsolidasi internal

Viva mengatakan Partai Amanat Nasional fokus melakukan konsolidasi organisasi, penataan jaringan partai, dan meningkatkan kualitas program pengkaderan.

3.Bantu pemerintah tangani Covid-19

PAN dinyatakan masih berfokus membantu pemerintah dalam penanganan Covid-19.

“PAN memprioritaskan untuk membantu pemerintah dalam memberantas pandemi Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional agar rakyat dapat bekerja normal kembali,” ujar dia.

NasDem partai terbuka

Dikabarkan, PAN mengapresiasi niat Partai NasDem menggelar konvensi Capres.

Menurut Viva seperti dikutip dari Tempo, Jumat (26/2/2021), konvensi ini menandakan NasDem adalah partai terbuka bagi siapa pun untuk maju di pemilu presiden.

Partai NasDem sebelumnya mengumumkan rencana menggelar konvensi Capres 2024 pada tahun depan.

Sekretaris Jenderal Partai NasDem Johnny G. Plate mengatakan partai akan membangun koalisi terlebih dulu demi memastikan pemenang konvensi mendapat tiket untuk maju Pilpres 2024.

“NasDem hanya akan melakukan konvensi dengan terlebih dahulu memastikan tiket presidential threshold terpenuhi,” kata Johnny dalam konferensi pers, Kamis, (25/2/2021) lalu.

Untuk dapat mengajukan capres, partai atau gabungan partai harus memiliki 20 persen kursi di Dewan Perwakilan Rakyat. Sedangkan Partai NasDem hanya memiliki 9,05 persen. (*)

Related Articles

Back to top button