fbpx
Kabar Daerah

25 Persen Rumah di Demak Masih Tidak Layak Huni, Turut Prihatin!

DEMAK, energibangsa.id – Di Kabupaten Demak, ada sekitar 25 persen rumah tidak layak huni (RTLH). Hal ini seperti dikatakan Kepala Bidang Perumahan Dinas Perumahan dan Permukiman (Dinperkim) Rondiyah.

Hasil survei, 25 persen rumah tidak layak huni (RTLH) dan itu yang perlu Dinperkim bangun.

Adapun 5 kecamatan yang telah validasi ulang yakni Demak (kota), Kebonagung, Dempet, Gajah, dan Wonosalam sudah mereka validasi ulang.

Data ini berasal dari Bidang Perumahan Dinperkim pada bulan Desember 2020.

Penilaian atas 3 aspek

Penentuan layak atau tidaknya sebuah hunian didasarkan dari tiga aspek yaitu atap, lantai, dan juga dinding.

“Dilihat dari kasat mata bisa dilihat ketiga aspek tadi. Untuk yang lain seperti teknis besinya berapa dan lain sebagainya masih belum. Jadi kita lihat sekilas dari atap, dinding, dan juga lantainya,” ujar Rondiyah yang dilansir dari wartajateng.id, Rabu (10/02/2021)

Pemilik rumah tidak layak huni masih dalam kategori masyarakat tidak mampu. Sedangkan pekerjaan mereka antara lain petani, nelayan, dan juga buruh.

Sasaran mereka untuk melayakkan, agar mereka segera memiliki rumah layak huni.

Belum seluruh kecamatan disurvei

Meskipun begitu, dirinya mengakui belum seluruh Kabupaten Demak disurvei rumahnya. Khususnya di wilayah Wedung, Karangtengah, Sayung dan Bonang.

Anggaran yang masih terbatas membuat mereka ambil yang bisa efektif.

Dengan anggaran yang diberikan, diharapkan bisa dapat banyak kecamatan.

Untuk kecamatan yang tadi disebutkan memang memerlukan ekstra pemikiran. (Nicola/EB)

Related Articles

Back to top button