fbpx
Kabar Daerah

Tak Miliki Target Spesifik Kunjungan Wisatawan, Disbudpar Kota Semarang Terangkan Hal Ini

SEMARANG, energibangsa.id – Menghadapi libur natal dan akhir tahun Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang mengeluarkan pernyataan bahwa mereka tidak memiliki target khusus  terkait jumlah wisatawan yang berkunjung ke Kota Semarang pada libur akhir tahun 2020.

Mereka akan memfokuskan pada penerapan pariwisata sehat dengan memberikan kenyamanan para wisatawan nantinya.

“Kami tidak targetkan tingkat kunjungan wisatawan. Kami lebih menekankan kepada melayani wisatawan yang datang secara baik supaya bisa nyaman di Semarang dan untuk protokol kesehatan akan kami pantau,” terang Kepala Disbudpar Kota Semarang, Indriyasari, Senin (21/12/2020).

Sebelumnya pada tahun lalu, wisatawan yang berkunjung ke Kota Semarang menembus angka 7,2 juta. Sedangkan untuk tahun ini mereka menurunkan target kunjungan wisatawan di tahun 2020 akibat dari pandemi Covid-19 yang berlangsung, dengan hanya menargetkan tiga juta kunjungan saja.

“Target tiga juta kayaknya belum ada segitu. Sekarang kami tidak ada target-targetan. Kami targetnya bukan ke jumlah tapi bagaimana melayani orang yang datang ke Semarang dengan baik agar tidak ada peningkatan kasus Covid-19,” ujarnya.

Usaha menekan penyebaran kasus Covid-19 pada momen natal dan tahun baru, Disbudpar meminta kepada seluruh pengelola pariwisata untuk bersiap melayani wisatawan dengan protokol kesehatan ketat.

Di tempat wisata milik Pemkot sendiri, pihaknya telah melengkapi objek wisata dengan CCTV dan pengeras suara. Alat tersebut untuk memantau kepadatan pengunjung. Apabila pengunjung berkerumun, petugas akan memberi peringatan melalui pengeras suara.

Di sisi lain, Iin juga meminta kepada seluruh tempat hiburan untuk menerapkan protokol kesehatan ketat.

Hasil rapat bersama Forkopimda, aktivitas usaha saat tahun baru tetap boleh beroperasi, namun dilarang menggelar perayaan. Pengelola tempat hiburan harus tetap memperhatikan Perwal 57/2020 tentang pembatasan kegiatan masyarakat (PKM).

“Penerapan protokol kesehatan menjadi tanggung jawab masing-masing pengelola. Kami sudah menambah petugas. Mereka nanti akan memantau tempat-tempat hiburan,” tambahnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Paguyuban Entertainment Kota Semarang (Pagersemar), Fic Indarto menyampaikan akan mengikuti aturan Pemerintah Kota Semarang.

“Kami mengikuti aturan. PKM masih berlanjut, outlet boleh buka maksimal sampai jam  23.00 WIB. Sebetulnya tahun baru bukan perayaan buat pelaku hiburan seperti karaoke. Namun, pagersemar mengerti untuk tidak merayakan tahun baru nanti,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Indarto menuturkan, Pemerintah Kota semarang telah memberikan pengarahan kepada seluruh anggota Pagersemar untuk mengikuti CHSE (Cleanlines Healty Sustainability Enveronmantally). Pelatihan ini menjadi bekal semua outlet tempat hibutan agar dapat mengikuti CHSE guna menyiapkan perilaku new normal di industri hiburan. (Ozan/EB)

Related Articles

Back to top button