Nasional

16 HAKtP, Hindun Anisah Ajak Masyarakat Lawan dan Cegah Segala Bentuk Kekerasan terhadap Perempuan

JEPARA, energibangsa.id – 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan (16 HAKtP) diperingati setiap tanggal 25 November – 10 Desember.

KUPI II kali ini diselenggarakan di Pesantren Hasyim Asy’ari Bangsri Jepara dan UIN Walisongo Semarang, yakni pada 23-26 November 2022.

Staf Khusus Menteri Ketenagakerjaan RI, Hindun Anisah mengajak seluruh lapisan masyarakat bersama-sama melawan dan mencegah segala bentuk kekerasan terhadap perempuan.

Hal ini disampaikannya saat acara hari kedua Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI) II, Minggu, (27/11) bertema Hak Asasi Manusia mendapakkan kajian utama. 

“Kami mengajak seluruh pemangku kepentingan agar bersatu dalam upaya memutus mata rantai kekerasan terhadap perempuan di Indonesia yang saat ini masih menjadi isu krusial. Kepada seluruh perempuan Indonesia, ayo berani bicara untuk mengungkapkan kasus kekerasan. Hubungi call center 129 atau WhatsApp 08111-129-129.  Masyarakat bisa berperan sebagai saksi yang bisa melapor jika melihat ada tindak kekerasan di sekitar mereka. Kami akan mendampingi korban dan memastikan korban mendapatkan layanan yang cepat dan tepat sesuai dengan kebutuhan perempuan dan anak korban kekerasan,” ungkap Hindun.

Bagi Hindun, sejak diselenggarakannya kongres pertama, KUPI mengupayakan kepemimpinan perempuan yang setara dengan laki-laki dalam berbagai isu.

Ketua Komnas Perempuan, Andy Yentriyani, menjelaskan bahwa tanggal itu dipilih untuk menegaskan bahwa hak asasi manusia berarti hak asasi perempuan pula, begitupun sebaliknya.

“Karena itu, dalam upaya penghapusan kekerasan, penting untuk mengkampanyekan kesetaraan yang substantif,” ungkap Andy.

Ia menambahkan dengan adanya KUPI sangat membantu dan bermanfaat bagi masyarakat.

“KUPI juga mengupayakan penghapusan kekerasan terhadap perempuan. Bagi Komisi Nasional Anti Kekerasan Terhadap Perempuan, upaya yang dilakukan KUPI sangat berharga,” imbuhnya.

Related Articles

Back to top button