fbpx
Gaya Hidup

14 Jenis Soto Lezat dari Berbagai Daerah di Indonesia: Ada Kotamu?

ENERGIBANGSA.ID―Soto merupakan salah satu makanan khas Indonesia yang cukup terkenal. Soto atau yang juga dapat disebut sebagai coto, adalah makanan khas Indonesia seperti sop yang terbuat dari kaldu daging dan sayuran.

Tiap daerah di Indonesia memiliki selera lokal yang membuat bumbu yang digunakan juga berbeda. Tapi tahukah kamu, walaupun kini kita mengenal soto sebagai makanan khas Indonesia. Ternyata soto terinspirasi dari kuliner Tiongkok, loh!

Menurut buku ‘Nusa Jawa Silang Budaya: Jaringan Asia’, Soto berasal dari kata ‘caodu’ atau ‘jao to’ yang mulai populer di Semarang Jawa Tengah abad ke-19.

Banyak sekali jenis soto yang ada di Indonesia. Nah, buat kamu yang penasaran, tim Energi Bangsa telah merangkum perbedaan jenis soto di tiap daerah.

Yuk kenalin perbedaannya!

1.Soto Kudus

Bumbu soto Kudus sedikit berbeda dengan bumbu soto pada umumnya. Karena tidak menggunakan santan maupun kunyit.

Dalam penyajiannya, soto Kudus dihidangkan dalam mangkuk kecil. Satu porsi soto berisi suwiran ayam dan taoge, serta ditemani sambal dan jeruk nipis.

Terkadang soto Kudus juga menggunakan daging kerbau, namun kuahnya lebih bening.

2.Soto Lamongan

Soto Lamongan adalah soto khas Lamongan, Jawa Timur, yang saat ini telah menyebar ke berbagai daerah di Indonesia.

Soto Lamongan adalah salah satu soto paling gurih karena mempunyai ciri khas kuah kuning bening dengan tambahan koya udang yang tidak di miliki oleh soto lainnya.

3.Soto Madura

Soto Madura berasal dari daerah Madura, Jawa Timur.

Berbahan dasar daging sapi, telur rebus, kentang goreng dan taoge.

Dengan bumbu antara lain ada ketumbar, bawang merah, bawang putih,jahe, kunir, laos, kemiri, jeruk purut, dan garam secukupnya.

4.Soto Betawi

Soto Betawi merupakan soto yang khas dari daerah Jakarta. Isian soto Betawi menggunakan jeroan sapi seperti mata,torpedo, lidah, hati dan lainnya.

Ciri khas lain dari soto Betawi terletak pada kuah soto yang memiliki campuran santan dan susu.

5.Soto Banjar

Soto Banjar berasal dari Kalimantan Selatan. Isian soto ini terdapat ayam yang memiliki aroma harum rempah-rempah seperti kayu manis, biji pala, dan cengkih.

Soto ini tidak menggunakan kunyit, adakalanya pembuatan kuah soto banjar juga dapat dicampurkan dengan sedikit susu. Dengan begitu, warna kuahnya mejadi tidak bening, tetapi sedikit keruh.

Soto ini berisi daging ayam yang sudah disuwir-suwir, dengan tambahan perkedel, kentang rebus, rebusan telur, potongan wortel dan ketupat.

6.Soto Tangkar- Makasar

Soto Tangkar adalah makanan khas Betawi. Nama tangkar sendiri adalah sebutan untuk iga sapi dalam bahasa Betawi pada zaman penjajahan Belanda dan sampai sekarang masih dipergunakan.

7.Soto Padang

Soto Padang adalah hidangan berkuah kaldu sapi dengan bahan irisan daging sapi yang sudah digoreng kering, bihun (mie dari tepung beras), ditambah perkedel kentang dan dihidangkan panas-panas.

8.Sauto

Soto khas tegal satu ini memiliki kuah bening dengan tambahan tauco di dalamnya. Lauknya bisa berupa ayam, sapi atau babat.

Perpaduan kuah panas dengan rasa asam, manis, gurih dan asin menjadi satu akan cocok menemani makan siangmu!

9.Soto Ambengan

Soto Ayam Ambengan adalah salah satu makanan khas kota Surabaya. Berbeda dengan soto ayam dari daerah lainnya di Indonesia. Makanan khas Surabaya ini warna kuahnya lebih kuning pekat karena memakai kunir dalam pembuatannya.

Soto Ayam Ambengan terdiri dari daging ayam (daging, jerohan, kulit, brutu), telur, nasi putih, bihun, kubis cacah dan kuah kaldu ayam.

Biasanya para pecinta makanan ini kemudian mencampur makanannya dengan koya.

10.Soto Bangkong

Nama Bangkong diambil dari nama tempat didirikannya rumah makan ini, yaitu di Perempatan Bangkong, Semarang.

Soto Bangkong memiliki kuah yang khas yaitu bening agak kecoklatan, ini dikarenakan diberi tambahan kecap.

Satu porsi Soto Bangkong berisi suwiran daging ayam, irisan tomat, bihun, tauge, taburan bawang putih dan merah. Dan nasi bisa dicampur maupun dipisah dengan kuah.

Soto Bangkong dihidangkan dalam ukuran mangkuk yang kecil tetapi tinggi.

11.Soto Kadipiro

Bisa dikatakan soto Kadipiro ini menjadi salah satu kuliner soto tertua di Yogyakarta. Soto itu didirikan sejak tahu 1921 oleh Widadi Tahir Karto Wijoyo.

Soto Kadipiro adalah soto ayam yang memiliki potongan Lenthok secara penyajian (lenthok merupakan makanan yang terbuat dari ketela). Unik ya!

12.Soto Pangandaran

Kuah dari soto ini terlihat sangat beda dengan soto lainnya. Karena bila dilihat warna kuah dari soto ini berwarna kuning.

Tambahan irisan daging yang lembut menambah kenikmatan saat merasakan kuliner satu ini.

Bihun, kerupuk berwarna merah, dan taburan irisan daun juga tak lupa menghiasi mangkuk besar soto khas Pangandaran ini.

13.Soto Sokaraja

Soto Sokaraja adalah soto khas Sokaraja, Banyumas, Jawa Tengah. Ciri khas dari soto ini adalah menggunakan bumbu sambal kacang dan ketupat yang dicampur di dalam mangkuk.

Adapun makanan pendamping yang disajikan saat memesan Soto Sokaraja adalah mendoan hangat.

Soto Sokaraja biasanya berisi daging ayam kampung. Namun ada pula yang menggunakan daging sapi sebagai isiannya.

14.Soto Kriyik

Soto Kriyik khas Probolinggo memiliki ciri khas tambahan campuran berupa perkedel yang digoreng kering. Sehingga jika dikunyah akan berbunyi “kriyik” dengan campuran kuah santan pada kuahnya.

Masih banyak sebutan soto-soto lain di Indonesia, beberapa di antaranya sudah kita sebutkan nih. Selamat mencoba, ya!? (ara/ EB)

Related Articles

Back to top button